
Menurut WHO, per tanggal 26 Mei, Republik Demokratik Kongo telah mencatat 125 kasus Ebola yang terkonfirmasi, termasuk 17 kematian, bersama dengan 906 kasus yang diduga dan 223 kematian yang diduga terkait dengan penyakit tersebut. Wabah ini kini telah menyebar ke banyak daerah di bagian timur negara itu, yang dilanda konflik bersenjata, pengungsian penduduk, dan sistem perawatan kesehatan yang terbatas.
UNICEF telah mengirimkan lebih dari 100 ton bantuan ke Republik Demokratik Kongo melalui penerbangan bantuan kemanusiaan Uni Eropa. Pengiriman tersebut mencakup peralatan pelindung untuk petugas kesehatan, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, dan perlengkapan medis penting lainnya untuk mendukung upaya memerangi pandemi. Menurut UNICEF, bantuan ini diharapkan dapat mendukung hampir 100.000 orang di daerah yang paling parah terkena dampak. Badan tersebut juga telah mengalokasikan lebih dari $6,5 juta dari dana daruratnya untuk mendukung kegiatan respons lapangan, dan berkoordinasi dengan otoritas lokal dan mitra internasional untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian infeksi, memastikan akses ke air bersih dan sanitasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat.
Selain bantuan kemanusiaan, WHO meningkatkan dukungan teknis kepada Republik Demokratik Kongo dalam pengawasan epidemiologi, pelacakan kontak, dan perawatan pasien. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengunjungi Kinshasa untuk mempromosikan upaya penanggulangan penyakit dan menyerukan peningkatan koordinasi dengan masyarakat setempat untuk mencegah penyebaran virus. Menurut WHO, wabah saat ini disebabkan oleh strain Ebola Bundibugyo, yang saat ini belum ada vaksin atau pengobatan khusus yang disetujui.
Sementara itu, Uni Eropa terus mempertahankan penerbangan bantuan kemanusiaan untuk mengangkut pasokan medis ke pusat wabah. Banyak mitra internasional lainnya juga meningkatkan dukungan finansial dan teknis untuk membantu Republik Demokratik Kongo mengendalikan epidemi, karena otoritas kesehatan memperingatkan bahwa laju penyebaran penyakit masih lebih cepat daripada kapasitas untuk merespons di lapangan.
Sumber: https://baoquangninh.vn/quoc-te-tang-cuong-ho-tro-chdc-congo-ung-pho-dich-ebola-3409484.html







Komentar (0)