Dalam waktu kurang dari setahun, Pemerintah telah menerbitkan banyak dokumen yang mengarahkan dan mendesak pengelolaan pasar emas. Terakhir, pada 11 April 2024, Kantor Pemerintah menerbitkan Pemberitahuan No. 160, kesimpulan Perdana Menteri pada rapat mengenai solusi pengelolaan pasar emas di masa mendatang, dengan instruksi yang lebih spesifik dan solusi yang lebih drastis dan sinkron.
Semoga, dengan langkah tegas Pemerintah dan Bank Negara, pasar emas domestik akan stabil di masa mendatang, selaras dengan kepentingan semua pihak. Foto ilustrasi |
Menurut para ahli, dalam mekanisme pasar, fluktuasi harga emas merupakan hal yang wajar. Namun, jika tidak ada solusi tepat waktu untuk menangani fluktuasi harga emas, hal ini akan memengaruhi pemulihan dan pembangunan ekonomi , serta keseimbangan utama ekonomi makro. Di Vietnam, negara memonopoli perdagangan emas, sehingga harga emas dipengaruhi oleh pasar internasional. Sejak 2012, dengan perangkat regulasi Keputusan Pemerintah 24/2012/ND-CP, pasar emas telah dikelola secara ketat, mencegah "goldenisasi" ekonomi. Bank Negara tidak menambah pasokan emas di pasar, SJC menjadi monopoli emas negara sementara pasokan tidak melimpah. Oleh karena itu, fluktuasi sekecil apa pun, penimbunan, spekulasi, atau faktor psikologis dapat menyebabkan kenaikan harga emas.
Kelangkaan pasokan, kenaikan harga emas domestik, dan perbedaan yang besar dengan harga dunia telah menyebabkan peningkatan penyelundupan emas. Meskipun pasar emas domestik telah ditutup, ketiga negara yang berbatasan dengan Vietnam, Laos, Kamboja, dan Tiongkok telah membuka pasar emas mereka. Selama bertahun-tahun, penyelundupan emas, terutama di provinsi-provinsi perbatasan barat daya dan wilayah tengah yang berbatasan dengan Laos, terus meningkat, dengan banyak kasus melibatkan jumlah yang sangat besar, dengan bantuan pasukan anti-penyelundupan dan pramugari.
Pada Juni 2023, unit fungsional Kementerian Keamanan Publik dan Kepolisian Provinsi Quang Tri menyelidiki dan membongkar jaringan penyelundupan emas lintas batas besar yang dipimpin oleh Nguyen Thi Hoa (yang berdomisili di Provinsi Quang Tri). Hanya dalam 1 tahun, mereka menyelundupkan lebih dari 3 ton emas, dengan total nilai sekitar 5.000 miliar VND, dari Laos ke Vietnam melalui gerbang perbatasan Lao Bao (Provinsi Quang Tri), dan menjualnya ke toko-toko emas di Vietnam untuk mendapatkan keuntungan ilegal...
Kasus penyelundupan emas telah berulang kali terungkap, tetapi itu hanyalah puncak gunung es. Menghadapi perkembangan yang kompleks di pasar emas dunia dan domestik, harga emas domestik berfluktuasi tajam, meningkat pesat, dan memiliki selisih yang tinggi dibandingkan dengan harga internasional, Perdana Menteri telah mengeluarkan banyak instruksi drastis. Bank Negara juga telah menyiapkan rencana intervensi untuk menstabilkan pasar emas.
Diketahui, pada bulan April ini, Bank Negara telah membentuk tim inspeksi interdisipliner untuk memeriksa aktivitas perdagangan emas perusahaan dan lembaga kredit di seluruh negeri pada tahun 2022 dan 2023. Semoga dengan tindakan tegas Pemerintah dan Bank Negara, kekurangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh organisasi dan individu dapat diklarifikasi, diatasi, dan ditangani sehingga pasar emas dapat segera kembali normal.
Emas merupakan aset yang sangat sensitif, berkaitan erat dengan nilai tukar, suku bunga, pasar valuta asing, serta keamanan dan keselamatan keuangan dan moneter nasional. Oleh karena itu, arahan Perdana Menteri dan Bank Negara perlu diimplementasikan secara ketat untuk segera meninjau dan menyusun Keputusan yang mengubah, melengkapi, atau mengganti Keputusan No. 24/2012/ND-CP guna mengembangkan pasar emas yang stabil, sehat, transparan, efektif, dan berkelanjutan, serta mencegah terjadinya goldifikasi ekonomi.
Pada saat yang sama, terdapat solusi antimonopoli, baik dalam mengelola pasar emas maupun menyelaraskan kepentingan semua pihak. Perbedaan harga emas batangan domestik dan internasional perlu segera ditangani, terutama untuk mencegah penyelundupan dan mencegah terjadinya praktik mencari untung, spekulasi, manipulasi, dan lonjakan harga. Instansi terkait perlu mendorong industri perhiasan emas untuk mengekspor guna menyeimbangkan sumber devisa dan meningkatkan cadangan devisa emas guna meningkatkan kemampuan menstabilkan pasar emas.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)