
Bahasa Indonesia: Mengenai Keputusan yang Memandu pelaksanaan Undang-Undang Pertanahan, berdasarkan arahan Wakil Perdana Menteri pada rapat kerja tanggal 11 Juni, Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup telah menyerap dan merevisi sejumlah konten dalam rancangan tersebut, seperti: Melengkapi ketentuan pada Poin a, Klausul 4, Pasal 20 rancangan Keputusan; melengkapi ketentuan pada Poin a, Klausul 6, Pasal 21 tentang pembuatan peta perencanaan penggunaan lahan tahunan di tingkat distrik; pada Klausul 1, Pasal 44 tentang dasar perubahan tujuan penggunaan lahan dan pada Poin c, Klausul 1, Pasal 47 untuk alokasi tanah dan sewa tanah untuk bidang tanah kecil dan sempit yang dikelola oleh Negara. Meninjau dan merevisi kriteria untuk mengalokasikan kuota penggunaan lahan untuk lahan penanaman padi, lahan hutan lindung, lahan hutan penggunaan khusus, lahan hutan produksi yang merupakan hutan alam, lahan untuk tanaman tahunan, lahan taman industri pada Klausul 2 dan 3, Pasal 22 untuk memastikan kelayakan dalam pelaksanaan; merevisi ketentuan tentang kasus force majeure pada Pasal 31; Penyesuaian ke arah penambahan kewenangan alokasi tanah dan sewa tanah untuk konstruksi bawah tanah dilaksanakan sesuai ketentuan Pasal 123 Undang-Undang Pertanahan... Bersamaan dengan itu, Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup menjelaskan dan mengklarifikasi sejumlah pendapat Kementerian Sains dan Teknologi ; Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh dan para ahli.
Terkait Peraturan tentang kompensasi dan dukungan pemukiman kembali saat Negara memperoleh tanah, Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup melaporkan penerimaan dan penjelasan dari konten berikut: Peraturan tentang Pasal 3 rancangan Keputusan tentang Kompensasi (tentang perintah dan prosedur untuk menetapkan, menilai dan menyetujui rencana kompensasi, dukungan dan pemukiman kembali); mengenai ketentuan Klausul 5, Pasal 14 rancangan Keputusan tentang Kompensasi (tentang penanganan rumah dan pekerjaan konstruksi di atas tanah setelah pembongkaran atau penghancuran dan telah diberi kompensasi atas kerusakan sesuai dengan ketentuan Klausul 2 dan Klausul 3, Pasal 102 Undang-Undang Pertanahan).
Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup menerima dan merasionalisasi 10 materi muatan, serta menjelaskan 12 materi muatan dalam rancangan Peraturan Perundang-Undangan tentang pengaturan tentang penyelidikan dasar pertanahan, pendaftaran tanah, pemberian sertifikat hak atas tanah, kepemilikan aset yang melekat pada tanah, dan sistem informasi pertanahan.

Rancangan Peraturan Pemerintah (Perppu) yang mengatur lahan persawahan memiliki 4 bab dan 18 pasal, yang mengatur: Pengelolaan dan pemanfaatan lahan persawahan; kebijakan untuk mendukung perlindungan dan pengembangan lahan persawahan. Delegasi dan pakar memberikan pendapat mereka untuk mengklarifikasi hal-hal berikut: Peraturan tentang syarat dan kriteria alih fungsi lahan persawahan; pembangunan sarana prasarana di lahan persawahan; kebijakan untuk mendukung perlindungan dan pengembangan lahan persawahan; mekanisme dan kebijakan untuk mendukung dan berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi; peraturan tentang mekanisme perlindungan lahan persawahan, dan pembatasan alih fungsi lahan persawahan. Beberapa pendapat menyarankan untuk mengklarifikasi prosedur dan kewenangan alih fungsi lahan persawahan; peraturan tentang pemberian kompensasi untuk perlindungan lahan persawahan ketika lahan persawahan dikonversi menjadi lahan pertanian; pemberian kompensasi sebagai pengganti pemisahan lapisan tanah atas untuk pembangunan sarana prasarana di lahan persawahan...
Menutup konferensi, Wakil Perdana Menteri Tran Hong Ha mengusulkan: Terkait dengan 3 Keputusan terkait pertanahan, berdasarkan prinsip bahwa "Keputusan ini hanya memandu poin-poin baru dari Undang-Undang Pertanahan, yang belum tercantum dalam dokumen hukum", badan penyusun akan menerima dan mensintesis pendapat para delegasi di konferensi, dan pada saat yang sama berkoordinasi dengan kementerian, pusat, dan daerah untuk mempelajari, merevisi, dan menyempurnakan Keputusan tersebut untuk diserahkan kepada Pemerintah guna dipertimbangkan dan diundangkan sesuai peraturan.
Terkait Peraturan Menteri Pertanian yang mengatur lahan padi, Wakil Perdana Menteri menyarankan agar Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan mengkaji dan menetapkan kebijakan yang lebih tepat dan praktis untuk mendukung petani dalam memanfaatkan lahan padi. Khususnya, mengidentifikasi secara jelas perencanaan lahan padi yang berkualitas tinggi, kebijakan investasi infrastruktur, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah perencanaan. Selanjutnya, berkonsultasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menentukan sumber daya guna menerapkan mekanisme kebijakan; mengkaji dan membangun dana untuk mendukung pengguna lahan padi; dan mengembangkan kebijakan untuk membantu petani meningkatkan nilai produk dan mengakses pasar.
Sumber
Komentar (0)