Pada tanggal 22 Juni, Menteri Luar Negeri Serbia Marko Djuric mengumumkan bahwa tujuan bergabung dengan Uni Eropa (UE) merupakan komitmen strategis dan prioritas dalam kebijakan luar negeri negara tersebut.
Serbia memprioritaskan kebijakan luar negeri Uni Eropa. (Sumber: Shutterstock) |
Tn. Djuric menyampaikan pernyataan tersebut pada pertemuan dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell di Austria.
Menteri Luar Negeri Djuric menegaskan bahwa Serbia berbagi dan menghargai nilai-nilai Eropa, serta ingin berkontribusi pada perdamaian , stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan.
Merujuk pada situasi di Kosovo dan Metohija, Bapak Djuric menyatakan: "Beograd berkomitmen penuh untuk berdialog dengan Pristina di bawah naungan Uni Eropa. Saat ini, tugas terpenting adalah memastikan keselamatan rakyat Serbia dan tidak boleh ada penundaan lebih lanjut dalam pelaksanaan semua kewajiban dari perjanjian yang telah dicapai."
Pemerintah Serbia telah menjadi kandidat anggota UE sejak 2012.
Pada bulan April 2024, Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan dukungannya terhadap Serbia untuk bergabung dengan blok beranggotakan 27 orang.
"Memasuki tahun ketiga konflik Rusia-Ukraina, kita telah memasuki era baru, yang juga merupakan era integrasi Eropa yang berkelanjutan. Dalam hal ini, integrasi Serbia merupakan kepentingan bersama Eropa," ujarnya.
Ini bukan proses yang dipaksakan, melainkan pilihan kedaulatan Serbia. Saya yakin Serbia memiliki peran penting dalam memperkuat otonomi strategis Uni Eropa.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/serbia-neu-uu-tien-trong-chinh-sach-doi-ngoai-nhac-den-chuyen-gia-nhap-eu-275995.html
Komentar (0)