Senjata super - rudal 'kiamat' Rusia |
Artikel tersebut mengatakan: "Rusia telah berhasil menguji coba rudal jelajah bertenaga nuklir baru, yang secara resmi disebut Burevestnik dan dilaporkan sebagai 'Flying Chernobyl', senjata super 'kiamat'."
Dengan demikian, rudal Burevestnik, bersama dengan senjata super lainnya, memberi Rusia lebih banyak opsi pembalasan jika AS memutuskan untuk melancarkan serangan mendadak di laut dan udara.
Selain itu, Burevestnik, bersama dengan rudal balistik antarbenua Sarmat, rudal hipersonik Avangard, Kinzhal dan Zircon, serta torpedo nuklir Poseidon, dikembangkan untuk menembus sistem pertahanan musuh.
Burevestnik adalah salah satu sistem persenjataan terbaru. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, rudal jelajah antarbenua ini memiliki jangkauan praktis tak terbatas dan mampu membawa hulu ledak nuklir.
Militer Rusia mencatat bahwa rudal jelajah terbang rendah ini kebal terhadap semua sistem pertahanan udara yang ada dan yang akan datang.
Menurut kementerian, rudal Burevestnik mampu menghindari sistem pertahanan rudal dan meluncurkan hulu ledak ke target secara tak terduga. Selama penerbangan, rudal tersebut terus berubah arah untuk menghindari sistem peringatan dini dan pertahanan udara di laut.
Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) meyakini jangkauan Burevestnik bisa mencapai 10.000 hingga 20.000 km, yang menegaskan kemampuannya untuk menargetkan berbagai lokasi lintas benua. Jangkauan ini memungkinkan rudal tersebut ditempatkan di mana pun di Rusia untuk mencapai target di wilayah daratan Amerika Serikat.
Menurut IISS, ketinggian terbang rudal itu bisa antara 50 dan 100 meter, jauh lebih rendah daripada rudal jelajah bertenaga konvensional, sehingga sangat sulit dideteksi oleh radar pertahanan udara.
Pakar militer Rusia Alexei Leonkov menggambarkan Burevestnik sebagai "senjata pembalasan", yang dirancang untuk menyerang rudal balistik antarbenua (ICBM), memastikan kemampuan untuk menghancurkan infrastruktur militer musuh.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)