Meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran melalui penerapan transformasi digital.
Akhir-akhir ini, sekolah-sekolah dasar di komune Vinh Hung secara bertahap mempromosikan penerapan teknologi dalam pengajaran, manajemen, dan menjalin hubungan dengan orang tua, yang berkontribusi dalam membangun lingkungan belajar modern yang berpusat pada siswa. Menurut statistik, hingga saat ini, 100% guru dan staf di komune Vinh Hung memiliki keterampilan digital dasar; dan 100% siswa dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan digital untuk belajar.

Di Sekolah Dasar Kota Vinh Hung, teknologi digital secara bertahap mengubah cara pengajaran dan pembelajaran berlangsung, mulai dari pengelolaan catatan dan rapor hingga pengorganisasian pelajaran, ujian, dan penilaian siswa. 100% ruang kelas dilengkapi dengan TV pintar atau proyektor, alat bantu pengajaran, dan akses internet berkecepatan tinggi. Guru secara proaktif mengembangkan rencana pembelajaran digital, memanfaatkan materi pembelajaran digital, menyelenggarakan ujian dan penilaian daring, dan secara bertahap mengubah metode pengajaran tradisional.
Dalam pelajaran bahasa Inggris pada umumnya, siswa diamati mengintegrasikan gambar, video, permainan interaktif, dan aplikasi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung latihan pengucapan. Alih-alih menerima informasi secara pasif, siswa berpartisipasi aktif dengan menjawab pertanyaan, berlatih dialog, dan berinteraksi langsung dengan isi pelajaran.
Vo Khoa Lam, seorang siswa di kelas 5A3, berbagi: “Sejak guru memperkenalkan perangkat lunak latihan berbicara, alat perekaman, dan permainan interaktif, saya dapat mendengarkan suara saya sendiri, memperbaiki kesalahan pengucapan, dan berlatih berulang kali. Berkat ini, saya merasa lebih percaya diri saat berkomunikasi dan merasa bahasa Inggris lebih mudah diakses dan dipahami.”
Ibu Tran Thi Quynh Nhu, seorang guru di Sekolah Dasar Kota Vinh Hung, mengatakan: “Untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, penerapan teknologi digital sangat efektif dalam mengembangkan kemampuan mendengarkan dan berbicara siswa. Melalui ini, siswa tidak hanya memperoleh kosakata dan tata bahasa tetapi juga menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi, mengembangkan refleks bahasa yang lebih alami.”
Teknologi tidak hanya diterapkan di kelas yang lebih besar; kelas yang lebih kecil juga memiliki akses ke berbagai platform pendukung pembelajaran. Guru menggunakan perangkat lunak Beeclass untuk pelacakan kehadiran, interaksi kelompok, poin penghargaan, dan pembuatan aktivitas pembelajaran visual. Oleh karena itu, pelajaran bahasa Vietnam menjadi lebih menarik berkat gambar dan video, menggantikan metode pengajaran kaku di masa lalu.
Selain berinovasi dalam metode pengajaran, administrasi sekolah juga didigitalisasi secara komprehensif. Catatan guru, dokumen, dan data manajemen dikelola dalam sistem VnEdu; hasil akademik siswa dikelola melalui rapor elektronik; dan orang tua dapat memantau kemajuan anak-anak mereka dan menerima pemberitahuan melalui aplikasi seluler.
Bapak Nguyen Van Toan, Kepala Sekolah Dasar Vinh Hung Town, menekankan: “Transformasi digital telah menciptakan perubahan nyata dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Guru lebih proaktif dalam merancang pelajaran, siswa lebih tertarik, dan orang tua juga merasa lebih nyaman untuk terhubung lebih dekat dengan sekolah melalui platform digital.”
Mengatasi kesulitan dan tantangan
Di tengah gelombang kuat transformasi digital yang menyebar di seluruh sektor Pendidikan dan Pelatihan, meskipun menghadapi banyak kendala, para guru Sekolah Dasar My Thanh (Komune My Thanh) secara bertahap mewujudkan tujuan mereka untuk berinovasi dalam metode pengajaran dengan semangat mengatasi kesulitan, upaya belajar mandiri, dan dedikasi mereka kepada murid-muridnya.
Masalah paling menantang bagi upaya transformasi digital sekolah adalah pendanaan untuk peralatan. Untuk memiliki televisi untuk perkuliahan, sekolah harus menyeimbangkan anggarannya dari dana operasional; setiap tahun, sekolah hanya mampu membeli 2-4 televisi tambahan.
Menurut Le Thi Ngoc Nuong, Wakil Kepala Sekolah SD My Thanh: “Merancang rencana pembelajaran elektronik membutuhkan banyak waktu yang diinvestasikan guru di rumah. Beberapa guru senior, karena kekhawatiran dan lambatnya adaptasi terhadap teknologi, terkadang lebih memilih untuk tetap menggunakan metode pengajaran tradisional.”
Terlepas dari kekurangan-kekurangan tersebut, gerakan pembelajaran mandiri dan penerapan teknologi di SD My Thanh sangat aktif. Para guru, terutama guru-guru muda, telah proaktif belajar sendiri atau mendaftar untuk mengikuti kursus pelatihan daring yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Pelatihan, dan kemudian dengan sepenuh hati membimbing rekan-rekan mereka di sekolah.

Semangat untuk mengatasi kesulitan terlihat jelas pada para guru senior. Contoh utamanya adalah Bapak Le Van Ky, 59 tahun. Meskipun beliau mengakui tidak mahir teknologi dan terkadang kesulitan mengunduh materi daring karena kesalahan format, Bapak Ky sangat antusias terhadap teknologi. Beliau selalu mendedikasikan waktu luangnya untuk merancang rencana pelajaran secara mandiri dan menyesuaikan slide sesuai kebutuhannya.
Berkat upaya berkelanjutan, penerapan perangkat lunak digital dan e-learning telah diimplementasikan di sebagian besar mata pelajaran. Alat manajemen seperti rekam medis digital siswa, rencana pembelajaran digital, dan perangkat lunak penilaian kelas juga telah dioperasikan secara serentak oleh sekolah.
Agar transformasi digital benar-benar efektif, terutama di tingkat sekolah dasar, investasi komprehensif dalam peralatan dan infrastruktur teknologi sangat penting, bersamaan dengan pelatihan bagi guru yang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengakses dan mengoperasikannya. Hanya dengan demikian tujuan reformasi pendidikan berbasis platform digital dapat diimplementasikan secara luas dan berkelanjutan.
Sumber: https://baotayninh.vn/so-hoa-giao-duc-tieu-hoc-147583.html








Komentar (0)