Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Kemacetan lalu lintas, harga rumah yang tinggi, dan kesenjangan antara si kaya dan si miskin

Công LuậnCông Luận28/01/2025

(CLO) Meskipun pembangunannya luar biasa, ibu kota UEA, Dubai, masih menghadapi tekanan besar akibat naiknya harga perumahan dan kemacetan lalu lintas, yang menyebabkan penduduk mulai khawatir.


Selama lima tahun terakhir, Dubai telah mengalami perkembangan pesat, menjadi pusat global dengan gedung pencakar langit dan transaksi real estat yang memecahkan rekor. Kota ini tidak hanya menarik semakin banyak penduduk internasional, tetapi juga mendorong pendapatan rekor bagi maskapai nasionalnya, Emirates.

Akan tetapi, ledakan ini disertai dengan meningkatnya tekanan pada infrastruktur dan manusia.

di balik halo dubai image efek harga rumah yang tinggi dan kesenjangan antara si kaya dan si miskin image 1

Dubai, Uni Emirat Arab. Foto: Unsplash

Harga properti mencapai puncaknya

Sejak tahun 2002, ketika Dubai mengizinkan warga negara asing memiliki properti, sektor properti telah menjadi pendorong utama pertumbuhan. Meskipun mengalami penurunan tajam selama krisis keuangan 2008-2009 dan pandemi COVID-19, harga properti di Dubai kini telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menurut Property Monitor.

Harga sewa di daerah pusat telah naik sebanyak 20% selama setahun terakhir dan diperkirakan akan naik lebih lanjut tahun ini, yang memaksa banyak penduduk untuk pindah lebih jauh dari pusat kota, atau bahkan ke emirat tetangga seperti Sharjah, untuk mengurangi biaya.

Populasi Dubai saat ini sekitar 3,8 juta jiwa, tetapi diperkirakan akan tumbuh menjadi 5,8 juta jiwa pada tahun 2040, meningkat lebih dari 50% hanya dalam 15 tahun. Pertumbuhan populasi yang pesat ini memberikan tekanan yang sangat besar pada pasokan dan keterjangkauan perumahan, terutama bagi kelas menengah dan pekerja migran.

Kelebihan beban lalu lintas

Infrastruktur transportasi Dubai menghadapi tekanan serius. Jumlah kendaraan terdaftar di kota ini telah meningkat 10% dalam dua tahun terakhir, lebih dari dua kali lipat rata-rata global. Pertumbuhannya begitu pesat sehingga kota ini harus merancang pelat nomor yang lebih panjang untuk mengakomodasinya.

Sekitar 1 juta orang bekerja di Dubai tetapi tinggal di emirat tetangga seperti Sharjah, yang menyebabkan kemacetan di jalan raya, terutama Jalan Sheikh Zayed yang terdiri dari 12 jalur, pada jam sibuk. Penelitian menunjukkan bahwa empat dari lima orang berkendara ke tempat kerja di Dubai, menambah beban pada sistem transportasi.

Meskipun kota ini terus membangun jalan layang baru dan memperlebar jalan utama, pertumbuhan penduduk dan kendaraan jauh melampaui perbaikan infrastruktur.

Kekhawatiran tentang kesenjangan ekonomi

Pertumbuhan pesat Dubai tidak hanya memengaruhi harga perumahan dan transportasi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang kesenjangan ekonomi. Warga negara Emirat saat ini hanya sekitar 10% dari populasi, sementara warga negara asing semakin mendominasi dan menikmati peluang ekonomi.

Habib Al Mulla, seorang pengacara terkemuka Emirat, telah berbicara secara terbuka tentang isu ini, menggambarkan ketimpangan dan keterjangkauan sebagai tantangan yang mendesak. Ia juga memperingatkan bahwa ketidakpuasan di antara kelompok berpenghasilan rendah, terutama masyarakat adat, dapat menimbulkan risiko sosial yang besar jika tidak ditangani.

Selain itu, Pemerintah UEA telah mendorong masyarakat Emirati untuk meningkatkan angka kesuburan mereka, menganggapnya sebagai tanggung jawab nasional untuk melindungi keseimbangan populasi di tengah menurunnya angka kelahiran.

Solusi berteknologi tinggi

Dubai sedang mencari solusi teknologi untuk mengurangi beban lalu lintas dan infrastruktur, misalnya dengan mengembangkan sistem transportasi umum. Kota ini memperluas jaringan metro dengan investasi hampir $5 miliar dan menambah stasiun tol Salik.

Pihak berwenang Dubai mengusulkan agar bisnis menerapkan jam kerja fleksibel atau mengizinkan karyawan bekerja jarak jauh lima hari dalam sebulan, sehingga mengurangi waktu perjalanan pada jam sibuk hingga 30%.

Kota ini juga telah mulai membangun "vertiport" di Bandara Internasional Dubai, dengan tujuan menawarkan layanan taksi terbang tahun depan.

Dubai berencana membangun 3.300 km jalan pejalan kaki untuk mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan, meskipun hal ini terhambat oleh iklim yang keras dengan suhu musim panas mencapai 45°C.

Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum berjanji bahwa orang-orang akan dapat memilih dari berbagai bentuk transportasi modern di masa depan, mulai dari berjalan kaki, bersepeda, menggunakan taksi terbang, hingga transportasi umum modern.

Ngoc Anh (menurut ABC, Dailytimes)


[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/phia-sau-anh-hao-quang-dubai-tac-duong-gia-nha-cao-va-khoang-cach-giau-ngheo-post332194.html

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk