Program aksi tersebut bertujuan untuk menciptakan perubahan yang kuat dalam kesadaran terhadap peran dan pentingnya hutan, sehingga mengubah perilaku dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, produksi dan konsumsi, menciptakan motivasi untuk pengelolaan, perlindungan dan pembangunan hutan lestari, dan mendorong sosialisasi pengelolaan, perlindungan dan pembangunan hutan.
Selain itu, kembangkan ekonomi kehutanan berkelanjutan ke arah multiguna dan multinilai berdasarkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan dan lahan yang direncanakan untuk tujuan kehutanan secara efektif. Diversifikasi jenis organisasi, kerja sama, asosiasi, dan pembagian manfaat dalam produksi dan bisnis kehutanan ke arah produksi hijau, berkelanjutan, dan sirkular, serta mobilisasi sumber daya hukum untuk mendukung pembangunan ekonomi kehutanan berkelanjutan.
Taman Nasional Tam Dao. Foto: Hoang Hung/VNA
Program ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan dan kelemahan dalam pengelolaan, perlindungan, dan pembangunan hutan saat ini, memastikan terlaksananya tujuan Resolusi Kongres Partai Nasional ke-13 tentang pertanian dan pembangunan pedesaan, termasuk kehutanan, sekaligus berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, pengentasan kelaparan, pengurangan kemiskinan, peningkatan mata pencaharian, dan perlindungan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan.
Program ini menetapkan 7 tugas pokok dan solusi bagi kementerian, sektor, dan daerah terkait untuk dilaksanakan, meliputi: Melakukan inovasi, diversifikasi, peningkatan efektivitas propaganda, mobilisasi, pendidikan, peningkatan kesadaran dan tanggung jawab terhadap pengelolaan, perlindungan, dan pembangunan hutan lestari; Menyempurnakan peraturan perundang-undangan, mekanisme, dan kebijakan kehutanan; Mengembangkan ekonomi kehutanan.
Tugas dan solusi selanjutnya adalah menyelenggarakan secara efektif pelaksanaan perencanaan kehutanan nasional dan sejumlah proyek utama; Menata kembali organisasi dan aparatur, meningkatkan kapasitas dan efektivitas pengelolaan kehutanan negara; Melanjutkan reorganisasi, inovasi dan pengembangan, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan pertanian dan kehutanan; Mempromosikan penelitian, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, transformasi digital dan secara proaktif meningkatkan efektivitas integrasi internasional di bidang kehutanan.
Secara khusus, Program ini terus mengembangkan dan mereplikasi sejumlah model ekonomi gabungan pertanian - kehutanan - perikanan, yang keduanya memenuhi persyaratan perlindungan hutan, melestarikan keanekaragaman hayati ekosistem hutan, dan mempromosikan potensi dan nilai sumber daya hutan penggunaan khusus; mengembangkan model perlindungan hutan, melestarikan ekosistem bakau yang terkait dengan akuakultur.
Bersamaan dengan itu, selesaikan dan hilangkan hambatan serta kesulitan dalam penataan dan inovasi perusahaan pertanian dan kehutanan di daerah, khususnya serah terima dan penerimaan perusahaan kehutanan dari kementerian dan cabang kepada Komite Rakyat provinsi dan kota/kabupaten yang dikelola pusat untuk dikelola.
Di samping itu, tangani tuntas penumpukan dan sengketa tanah yang bersumber dari perkebunan dan perusahaan kehutanan; akhiri situasi dimana perusahaan dan badan usaha kehutanan mendapat alokasi tanah tetapi tidak memanfaatkannya (mengalihkan, menyewakan, meminjamkan, atau mengontrakkan) atau memanfaatkannya secara tidak efektif; tangani tuntas kawasan hutan yang tumpang tindih, sengketa, dan perambahan.
Menurut VNA/Surat Kabar Tin Tuc
Sumber
Komentar (0)