Italia kalah 0-2 dari Swiss pada pertandingan babak 16 besar Euro 2024 tadi malam di Berlin (Jerman). Kekalahan ini menyebabkan sang juara bertahan Euro tersingkir dari turnamen.
Usai pertandingan, Donnarumma berkata: "Kami mohon maaf kepada seluruh penggemar sepak bola Italia atas kekalahan ini. Hasil ini sangat mengecewakan, tetapi menurut saya, ini adalah kekalahan yang wajar."
Penjaga gawang Donnarumma mengakui bahwa tim Italia memang pantas kalah dari Swiss (Foto: Getty).
"Saya tidak punya alasan untuk kekalahan ini, kami bermain buruk sepanjang pertandingan. Tim terlalu mudah kehilangan bola dan meninggalkan banyak celah bagi lawan. Di sisi lain, kami tidak menekan gawang mereka," tambah kiper Gianluigi Donnarumma.
Menurut penjaga gawang dan kapten tim Italia, kekuatan tradisional sepak bola Italia tidak hadir dalam pertandingan tadi malam melawan Swiss.
Donnarumma dan pemain Italia merasakan sakit setelah tersingkir dari Euro (Foto: Getty).
Donnarumma berkata: "Kualitas terbaik kami tidak ditunjukkan di sini, kegigihan dan keteguhan hati tidak terlihat. Kami kalah dan menerima kekalahan. Saya sangat sedih atas kekalahan ini ketika kami tersingkir dari Euro."
"Di babak pertama, Swiss menguasai bola dan kami kesulitan. Di babak kedua, kami kebobolan terlalu cepat, jadi situasinya semakin sulit. Kekalahan tim Italia di turnamen tahun ini memang tak terelakkan," ujar kiper yang bermain untuk Paris Saint-Germain (Prancis) itu dengan jujur.
Tersingkirnya Italia lebih awal dari Euro 2024 sekali lagi mencerminkan kenyataan suram tradisi sepak bola ini. Dalam dua Piala Dunia berturut-turut pada 2018 dan 2022, Italia tidak lolos ke babak final.
Kemenangan Italia di Euro 2020 hanyalah satu titik terang yang langka di tengah resesi sepak bola sejak Piala Dunia 2014.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/the-thao/thu-quan-doi-tuyen-italy-that-dau-don-khi-bi-loai-khoi-euro-2024-20240630114008110.htm
Komentar (0)