
Menurut Tasnim , tiga ledakan dilaporkan terjadi di kota Bandar Abbas.
Kantor berita Fars melaporkan bahwa suara serupa terdengar di dekat Sirik dan Jask, dekat Selat Hormuz.
Kantor berita Mehr kemudian menyatakan bahwa situasi di Bandar Abbas terkendali dan tidak ada alasan untuk khawatir.
Namun, Fox News , mengutip juru bicara militer, melaporkan bahwa pasukan AS melakukan serangan tersebut sebagai "pembelaan diri" di Iran selatan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya melakukan serangan yang menargetkan sasaran termasuk kapal-kapal yang mencoba memasang ranjau dan lokasi peluncuran rudal.
Menurut CENTCOM, serangan itu dilakukan untuk "melindungi pasukan AS dari ancaman pasukan Iran."
Informasi saling bertentangan, tidak ada laporan korban jiwa.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan yang terkait dengan ledakan tersebut.
Pagi ini, media di Timur Tengah terus memberikan opini yang berbeda mengenai penyebabnya, dengan beberapa pihak menduga itu adalah operasi penjinakan bom, sementara yang lain tidak dapat menentukan penyebabnya.
Pada saat laporan ini dibuat, belum ada pemerintah asing atau kekuatan militer yang mengeluarkan pernyataan atau komentar. Pejabat Iran juga belum merilis penilaian resmi, dan situasinya masih digambarkan sebagai terus berkembang.
Ledakan itu terjadi di tengah laporan bahwa AS dan Iran hampir menyelesaikan negosiasi untuk perjanjian perdamaian.
Sumber: https://tienphong.vn/tieng-no-vang-len-tai-iran-post1846290.tpo








Komentar (0)