Menurut ANI (India), Perdana Menteri Narendra Modi akan mengunjungi Brunei pada 3-4 September dan kemudian Singapura (4-5 September), Wakil Menteri Luar Negeri India Jaideep Mazumdar mengatakan pada konferensi pers pada 2 September.
Perdana Menteri India Narendra Modi. (Sumber: PTI) |
Bapak Jaideep Mazumdar mencatat bahwa kunjungan mendatang ini akan menjadi kunjungan bilateral pertama Perdana Menteri India ke Brunei. Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan 40 tahun terjalinnya hubungan diplomatik kedua negara. Bagi Singapura, ini adalah kunjungan pertama dalam enam tahun, dan menantikan peringatan 60 tahun terjalinnya hubungan diplomatik pada tahun 2025.
"Perdana Menteri Narendra Modi, atas undangan Sultan Haji Hassanal Bolkiah, dijadwalkan mengunjungi Brunei Darussalam pada 3-4 September. Selanjutnya, beliau akan bertolak ke Singapura atas undangan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Kunjungan tersebut dijadwalkan pada 4-5 September," ujar Mazumdar.
Menjajaki Kerja Sama Baru India-Brunei
Selama kunjungan ini, Perdana Menteri akan membahas semua aspek kerja sama bilateral dengan Brunei dan juga akan menjajaki bidang-bidang kerja sama baru. "Kami memiliki hubungan yang sangat hangat dan bersahabat dengan Brunei, dan keterlibatan kami mencakup berbagai bidang seperti pertahanan, perdagangan dan investasi, energi, antariksa, teknologi, kesehatan, pengembangan kapasitas, budaya, dan pertukaran antarmasyarakat yang dinamis," ujar Wakil Menteri Luar Negeri India.
Brunei adalah rumah bagi sekitar 14.000 warga India, yang bekerja di berbagai profesi seperti dokter dan guru. Warga India di Brunei sangat dihormati dan dikagumi atas kontribusi mereka terhadap perekonomian dan masyarakat negara tersebut.
India menerima dukungan berharga dari Brunei dalam program antariksanya, dan kedua belah pihak memiliki tiga Nota Kesepahaman di bidang ini. India mendirikan stasiun komando dan pelacakan jarak jauh di Brunei pada tahun 2000. Stasiun ini melacak dan mengawasi semua peluncuran satelit dan wahana peluncur di wilayah timur negara tersebut.
Pertahanan merupakan pilar penting lainnya dalam kerja sama bilateral. India dan Brunei menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Pertahanan pada tahun 2016 dan memperbaruinya pada tahun 2021. Nota Kesepahaman ini menyediakan kerangka kerja sama seperti pertukaran tingkat tinggi secara berkala, kunjungan pertukaran kapal penjaga pantai dan angkatan laut, pelatihan dan latihan bersama, serta partisipasi dalam pameran dagang masing-masing. Kedua belah pihak sedang berupaya membentuk kelompok kerja bersama di bidang ini.
Mempersembahkan Kisah Pertumbuhan India Secara Langsung di Singapura
Mengenai Singapura, Bapak Mazumdar mengatakan bahwa kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Kota Singa penting bagi perdagangan dan investasi. Menurutnya, "Singapura adalah mitra dagang terbesar India di ASEAN. Singapura merupakan sumber utama investasi langsung asing (FDI) pada tahun fiskal lalu. Singapura adalah mitra dagang terbesar keenam India di dunia."
Perdana Menteri Modi juga akan berpidato di hadapan para pemimpin bisnis. "Sejak tahun 2000, kami telah mengumpulkan FDI sebesar $160 miliar. Perdana Menteri akan bertemu dan berpidato di hadapan para CEO selama kunjungannya. Mereka akan mendengar langsung kisah pertumbuhan India," ujar Mazumdar.
Saat ini, hubungan perdagangan India-Singapura terus berkembang. Kedua negara memiliki kerja sama pertahanan yang kuat serta pertukaran budaya dan pendidikan yang terus berkembang. Kedua pihak telah mengidentifikasi titik-titik acuan baru bagi kemitraan mereka selama pertemuan tingkat menteri India-Singapura. Kunjungan ini juga akan berlangsung dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik dan peringatan 10 tahun kemitraan strategis kedua negara pada tahun 2025.
Perdana Menteri Modi diperkirakan akan menyaksikan pertukaran nota kesepahaman di Singapura.
Selain itu, Perdana Menteri Modi dan para pemimpin negara tuan rumah juga akan membahas masalah keamanan maritim.
Menurut Wakil Menteri Mazumdar, kedua negara memiliki pandangan serupa mengenai keamanan dan keselamatan maritim.
"Kalian semua tahu posisi India di Laut Cina Selatan. Dalam kasus Singapura pun, penting bagi mereka untuk menjaga jalur komunikasi laut yang aman, terlindungi, dan bebas," ujarnya.
Pada saat yang sama, ia juga menekankan bahwa situasi di kawasan tetangga dan di negara-negara tetangga selalu dibahas selama kunjungan bilateral Perdana Menteri Modi.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/thu-tuong-an-do-cong-du-brunei-va-singapore-reveals-moi-quan-tam-moi-cua-new-delhi-o-khu-vuc-284810.html
Komentar (0)