Mengunjungi Gành Dưa untuk menikmati semangka air payau yang tumbuh di dekat laut, banyak orang percaya bahwa ini adalah versi nyata dari legenda Mai An Tiêm.
Distrik Tuy An telah lama terkenal dengan budidaya melonnya. Sebelumnya, melon tumbuh secara alami, tidak memerlukan perawatan dan berkembang dengan sendirinya. Kemudian, budidaya melon direncanakan di beberapa daerah seperti Dong Moc (komune An Chan), dusun Chua, Bau Sung, dan Bau Duong (komune An My). Ladang-ladang di distrik Tuy An berupa tanah aluvial hitam yang subur, cocok untuk menanam tanaman buah jangka pendek.
Distrik Tuy An terkenal dengan berbagai jenis melonnya, termasuk melon cantaloupe, semangka, melon honeydew, dan melon honeydew. Distrik ini juga memiliki pantai bernama Gành Dưa, yang terletak di desa Giai Sơn, komune An Mỹ. Oleh karena itu, beberapa orang percaya bahwa daerah ini berasal dari legenda Mai An Tiêm dan semangkanya, sebuah cerita yang mereka dengar saat masih kecil, demikian disampaikan Trần Thanh Phong, seorang pekerja pariwisata lokal di Gành Dưa.

Wisatawan menikmati pengalaman memetik semangka air payau di Tuy An, Phu Yen . Foto: Bui Ngoc Ha
Wisatawan Vu Hoang Quynh Tram (dari Kota Ho Chi Minh) memutuskan untuk tinggal selama hampir sebulan untuk merasakan kehidupan lokal, menjelajahi , dan menikmati keindahan alam Ganh Dua setelah tiba pada tanggal 14 Mei. Tram terkesan dengan pantai berpasir keemasan Ganh Dua yang landai, laut yang tenang, air biru jernih, sinar matahari, dan angin laut yang asin. Pantai ini memiliki panjang sekitar 3 km, dengan deretan pohon kelapa dan cemara yang berjajar di sepanjang pantai berpasir. Tebing-tebingnya, yang dibentuk oleh laut dari waktu ke waktu, memiliki bentuk yang tidak biasa.
Di malam hari, semilir angin laut yang asin bertiup ke daratan, bulan purnama bersinar terang di atas, dan pohon-pohon kelapa berdesir tertiup angin, menciptakan suasana puitis dan romantis, "seperti surga yang damai di bumi," ujar Ibu Tram.
Pada tanggal 15 dan 1 setiap bulan lunar, air laut surut, memperlihatkan hamparan lumut hijau di permukaan laut. Lebih jauh ke laut, dasar laut ditutupi oleh terumbu karang yang beragam dan berwarna-warni yang dapat dikagumi wisatawan sambil snorkeling. Terdapat berbagai aktivitas pantai seperti mendayung perahu keranjang tradisional untuk snorkeling, olahraga pantai, dan memancing di sepanjang pantai. Ibu Tram bahkan pernah mencoba menangkap siput yang menempel di bebatuan. Pada malam hari, wisatawan dapat mencoba "berburu kepiting" (menggunakan senter untuk menangkap kepiting, sejenis krustasea yang bentuknya mirip dengan kepiting) atau bergabung dengan nelayan dalam perjalanan memancing dan menangkap cumi-cumi.
Pantai Ganh Dua saat ini mengalami dua tren yang kontras. Di satu sisi terdapat kehadiran modern buatan manusia berupa homestay dan resor, sementara di sisi lain terdapat keindahan pantai dan desa nelayan yang masih alami dan damai.

Para wisatawan bersenang-senang dan berenang di pantai Gành Dưa. Foto: Palm Beach Hotel.
Menurut Bapak Phong, musim panas adalah waktu terindah untuk mengunjungi pantai Ganh Dua, dengan air yang jernih dan ombak yang tenang, sangat cocok untuk berenang dan rekreasi. Di sekitar pantai terdapat hotel, resor, dan restoran yang menawarkan makanan laut segar dan lezat seperti udang, tiram, siput, dan berbagai jenis ikan. Pengunjung dapat menyewa tempat duduk dan panggangan barbekyu untuk mengadakan pesta di luar ruangan bersama teman dan keluarga.
Ganh Dua juga terletak dekat pasar Giai Son, yang menjual berbagai makanan laut dan camilan dengan harga murah. "Bisa disebut pasar termurah di Vietnam," menurut pengalaman Tram yang telah mengunjungi banyak tempat. Semangkuk sup manis atau sepiring panekuk udang dan babi harganya 3.000 VND, sedangkan semangkuk bihun atau bakpao kukus dengan sosis babi harganya 10.000 VND.
Ibu Tram tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati melon lokal dan sangat terkesan. Melon cantaloupe manis dan menyegarkan, melon honeydew kenyal dan beraroma, harganya sekitar 8.000 VND per kilogram. Semangka sangat istimewa; ukurannya lebih kecil, lebih bulat, dan memiliki kulit hijau yang lebih terang daripada semangka dari Utara, tetapi rasanya sangat manis. "Duduk di tepi laut sambil makan semangka adalah pengalaman sederhana, tetapi memberikan kebahagiaan yang sempurna di musim panas," kata Ibu Tram.
Hanya butuh sekitar 5 menit dengan sepeda motor dari Ganh Dua ke pelabuhan nelayan. Pada pukul 5 pagi, perahu-perahu yang membawa hasil laut segar berlabuh di pantai. Wisatawan dapat membeli hasil laut dengan harga terjangkau, mempelajari kehidupan nelayan setempat, dan menyaksikan matahari terbit di pantai Ganh Dua.
Quynh Mai
Sumber








Komentar (0)