Terletak sekitar 1.200 km di selatan ibu kota Aljazair, Aljir, Timimoun dikenal dengan nama yang mencolok yaitu "kota merah".
Warna merah khas tanah liat gurun menutupi sebagian besar rumah, tembok, dan bangunan kuno, menciptakan lanskap unik yang jarang terlihat di Afrika Utara.
Rumah-rumah di Timimoun biasanya dibangun dengan gaya arsitektur tradisional – sebuah desa bertembok dengan lorong-lorong sempit. Dinding tanah merah yang tebal membantu menjaga kota tetap sejuk di siang hari dan hangat di malam hari, sesuai dengan iklim keras Gurun Sahara. Di bawah sinar matahari, terutama saat matahari terbenam, seluruh kota bermandikan warna merah tua yang khas.
Tidak hanya rumah-rumah, tetapi banyak bangunan lain seperti masjid, menara pengawas, gerbang desa, dan pasar tradisional di Timimoun juga dibangun dengan tanah liat merah, menciptakan keseragaman warna dan gaya arsitektur. Dinding tanah yang tinggi, atap melengkung, dan jendela-jendela kecil menjadi ciri khas budaya Sahara.
Saat ini, struktur tanah merah kuno Timimoun telah menjadi daya tarik wisata utama bagi pengunjung domestik dan internasional, yang berkontribusi pada karakter unik kota oasis ini – sebuah "permata merah" di jantung Gurun Sahara.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/timimoun-thanh-pho-do-hut-khach-du-lich-o-bac-phi-post1098630.vnp






Komentar (0)