Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) Sergey Naryshkin mengatakan bahwa badan intelijen AS dan Inggris terlibat dalam sabotase jaringan pipa Nord Stream 1 dan 2.
Pipa Nord Stream putus akibat ledakan di dasar Laut Baltik pada bulan September 2022. (Sumber: The Times) |
Menurutnya, sudah lama diketahui bahwa Barat menggunakan terorisme internasional sebagai alat untuk mencapai tujuan geopolitiknya .
"Namun, badan intelijen Barat sendiri tidak ragu menggunakan metode teroris terhadap lawan mereka," ujar Naryshkin kepada para petinggi badan keamanan dan badan intelijen dari bekas republik Soviet pada 26 November.
Menurut kepala intelijen Rusia, sabotase jaringan pipa Nord Stream adalah contoh metode tersebut.
"SVR memiliki informasi tentang keterlibatan langsung para penyabot profesional dari dinas khusus Inggris dan Amerika dalam serangan teroris ini," ujarnya.
Pipa Nord Stream adalah proyek gabungan antara perusahaan Rusia dan negara Eropa lainnya yang bertujuan memasok gas murah Moskow ke wilayah tersebut, kata Tn. Naryshkin.
Pipa Nord Stream pecah akibat ledakan di dasar Laut Baltik pada September 2022.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/su-co-dong-chay-phuong-bac-tinh-bao-nga-chi-ro-anh-va-my-nhac-den-khung-bo-quoc-te-295364.html
Komentar (0)