ANTD.VN - Toko dan bisnis SPBU wajib menerbitkan faktur elektronik setelah setiap penjualan sesuai peraturan. Otoritas pajak akan meningkatkan pemeriksaan, pengawasan, dan menindak tegas pelanggaran.
Departemen Umum Perpajakan baru saja mengirimkan surat resmi ke Departemen Pajak setempat mengenai masalah faktur elektronik untuk kegiatan perminyakan.
Saat ini, sesuai dengan ketentuan Pasal 90 Ayat 1 Undang-Undang Administrasi Perpajakan No. 38/2019/QH14, yang mengatur prinsip-prinsip pembuatan, pengelolaan, dan penggunaan faktur elektronik: "Dalam hal penjualan barang atau penyediaan jasa, penjual wajib membuat faktur elektronik untuk diserahkan kepada pembeli dalam format data standar dan wajib mencatat isinya secara lengkap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dan peraturan perundang-undangan akuntansi, tanpa memperhatikan nilai setiap penjualan barang atau penyediaan jasa".
Sementara itu, pada poin i, klausul 4, Pasal 9, Keputusan Pemerintah No. 123/2020/ND-CP tanggal 19 Oktober 2020 tentang Faktur dan Dokumen, ditetapkan: "Waktu penerbitan faktur elektronik untuk penjualan bensin di toko eceran kepada pelanggan adalah saat penjualan bensin selesai untuk setiap penjualan. Penjual wajib memastikan bahwa semua faktur elektronik tersimpan sepenuhnya untuk penjualan bensin kepada pelanggan perorangan, perorangan, dan memastikan bahwa faktur tersebut dapat dicari ketika diminta oleh otoritas yang berwenang."
Banyak SPBU tidak menerbitkan faktur elektronik setelah setiap penjualan (Foto ilustrasi) |
Namun, menurut Direktorat Jenderal Pajak, akhir-akhir ini terdapat situasi di mana pengelolaan, penerbitan, dan penggunaan faktur penjualan eceran bahan bakar tidak sesuai dengan ketentuan.
Misalnya: menerbitkan faktur total di akhir hari untuk penjualan eceran pada siang hari; menerbitkan faktur secara berkala kepada pelanggan dalam jumlah besar setiap minggu atau bulan;
Bahkan ada pula yang menjual barang tanpa membuat faktur pajak, tidak melaporkan dan membayar pajak, mengemplang pajak, melakukan penipuan pajak, melakukan jual beli faktur untuk mendapatkan keuntungan yang tidak sah, sehingga merugikan keuangan negara.
Oleh karena itu, untuk menjamin kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan dan penggunaan faktur, serta mencegah praktik penjualan tanpa faktur, Direktorat Jenderal Pajak meminta kepada Direktorat Jenderal Pajak untuk segera memperkuat pengelolaan, pemeriksaan, dan pengawasan, serta menggalakkan penerbitan faktur elektronik pada setiap kegiatan penjualan eceran bensin dan minyak di wilayah kerjanya.
Khususnya, Direktorat Jenderal Pajak meminta otoritas pajak di semua tingkatan untuk segera memahami situasi terkini penerapan faktur elektronik untuk setiap penjualan di SPBU setempat. Mendesak SPBU dan pelaku usaha di wilayah tersebut untuk segera menerapkan solusi penerbitan faktur elektronik setelah setiap penjualan sesuai peraturan.
Otoritas pajak di semua tingkatan harus memantau secara ketat penerbitan dan penggunaan faktur secara umum dan faktur untuk minyak bumi secara khusus; mendeteksi dan menangani secara ketat tindakan penerbitan dan penggunaan faktur dan dokumen yang tidak sesuai dengan peraturan.
Direktorat Jenderal Pajak juga meminta kepada Dinas Perpajakan untuk menyusun rencana pelaksanaan secara rinci dan menetapkan tugas serta target khusus kepada masing-masing pimpinan Dinas Perpajakan, pimpinan Unit Pelayanan Pajak, Kepala Cabang Dinas Perpajakan, dan masing-masing pimpinan untuk secara tegas mendorong perusahaan dan SPBU untuk menerapkan faktur elektronik setelah setiap penjualan sesuai ketentuan;
Lampirkan tanggung jawab untuk memeriksa dan mengawasi penerbitan faktur elektronik untuk setiap penjualan bensin eceran di setiap stasiun pengisian bahan bakar ke evaluasi emulasi.
Di samping itu, organisasi ini bertukar dan bekerja sama dengan unit bisnis perminyakan dan penyedia solusi setempat guna berbagi pengalaman dalam penerapan penerbitan faktur elektronik untuk setiap penjualan secara sukses dan membahas solusi efektif bagi para pelaku bisnis, sehingga memenuhi persyaratan manajemen lembaga negara di bidang bisnis perminyakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan tentang faktur dan dokumen.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)