ANTD.VN - Nilai barang impor yang diperdagangkan melalui e-commerce yang dibebaskan dari pajak diusulkan tidak lebih dari 1 juta VND, tetapi setiap individu dan organisasi dibebaskan dari pajak atas barang yang nilainya tidak lebih dari 48 juta VND/tahun.
Bebas pajak hanya untuk pesanan tidak melebihi 1 juta VND
Usulan di atas diajukan oleh Kementerian Keuangan dalam rancangan Peraturan Pemerintah yang mengatur pengelolaan kepabeanan barang ekspor dan impor yang diperdagangkan melalui e-commerce, yang sedang diajukan untuk mendapatkan komentar.
Sebelumnya, pada pertengahan tahun 2023, Kementerian Keuangan telah menyampaikan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) kepada Pemerintah yang menetapkan subjek yang dikecualikan dari pajak impor adalah: Barang impor dengan nilai pabean per pesanan sebesar VND 2.000.000 atau kurang; atau barang impor dengan nilai pabean per pesanan di atas VND 2.000.000 tetapi jumlah total pajak impor yang terutang kurang dari VND 200.000.
Di mana, setiap organisasi atau individu yang membeli barang hanya berhak atas pembebasan pajak untuk barang impor yang tidak melebihi 96.000.000 VND/tahun.
Namun, menurut Kementerian Keuangan, pertumbuhan pesat e-commerce saat ini, baik dalam skala maupun bentuk, dapat dimanfaatkan oleh organisasi maupun individu untuk melakukan bisnis lintas batas guna menghindari pajak, yang mengakibatkan hilangnya pendapatan anggaran. Bisnis tidak perlu memiliki kantor pusat, melakukan transaksi secara elektronik, dan server dapat berlokasi di luar negeri, sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengidentifikasi wajib pajak dan basis pajaknya, serta kesulitan dalam mengendalikan arus kas karena konsumen dapat menggunakan kedua metode pembayaran: tunai dan uang elektronik...
Oleh karena itu, rancangan di atas sudah tidak sesuai lagi dengan situasi saat ini. Oleh karena itu, untuk memastikan koridor hukum bagi perdagangan elektronik dan melaksanakan komitmen internasional, perlu diterbitkan Peraturan Pemerintah yang mengatur pengelolaan kepabeanan barang ekspor dan impor yang diperdagangkan melalui perdagangan elektronik dengan isi yang konsisten dengan sistem hukum dan praktik perdagangan elektronik yang berlaku.
E-commerce lintas batas sedang berkembang |
Oleh karena itu, dalam rancangan ini, Kementerian Keuangan mengusulkan 3 perubahan terkait dengan kebijakan perpajakan di atas.
Khususnya: Hapuskan ketentuan pembebasan pajak berdasarkan jumlah pajak minimum; Kurangi nilai bebas pajak dari VND 2.000.000 menjadi VND 1.000.000; Sesuaikan batas total bebas pajak dari VND 96.000.000 menjadi VND 48.000.000.
Oleh karena itu, Kementerian Keuangan mengusulkan peraturan berikut: Barang impor yang ditransaksikan melalui e-commerce dengan nilai pabean per pesanan VND 1.000.000 atau kurang dibebaskan dari pajak impor.
Setiap organisasi atau individu yang melakukan pembelian barang hanya berhak atas standar pembebasan pajak atas barang impor sebagaimana dimaksud dalam pasal ini, yaitu tidak melebihi VND 48.000.000/tahun.
Selain ketentuan mengenai pembebasan bea masuk impor di atas, kebijakan perpajakan terhadap barang ekspor dan impor yang diperdagangkan melalui sistem perdagangan elektronik (e-commerce) wajib mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.
Kebijakan perpajakan terhadap barang impor yang ditransaksikan melalui perdagangan elektronik (e-commerce) yang dikirim melalui jasa pos dan pengiriman ekspres tunduk pada ketentuan Pasal ini, bukan pada ketentuan Pasal 29 Ayat 2 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 134/2016/ND-CP sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam Pasal 1 Ayat 11 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 18/2021/ND-CP.
Usulan kasus yang dikecualikan dari perizinan dan inspeksi khusus
Selain itu, Kementerian Keuangan juga mengusulkan pengaturan tentang kasus-kasus yang dikecualikan dari perizinan, persyaratan, dan pemeriksaan khusus.
Oleh karena itu, Kementerian mengusulkan dua opsi. Pertama, barang-barang yang tercantum dalam Daftar Barang Ekspor dan Impor yang diperdagangkan melalui e-commerce dibebaskan dari kewajiban perizinan, persyaratan, dan pemeriksaan khusus sesuai dengan keputusan Menteri yang membidangi sektor atau bidang terkait.
Opsi 2: Barang impor yang diperdagangkan melalui e-commerce dengan nilai pabean per pesanan sebesar VND 1.000.000 atau kurang (kecuali barang yang dikenakan karantina, barang yang masuk dalam daftar pengelolaan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, barang yang masuk dalam daftar barang bekas yang boleh diimpor) dibebaskan dari ketentuan perizinan, persyaratan, dan pemeriksaan khusus, namun nilai total barang yang dibebaskan tidak melebihi VND 48.000.000/tahun untuk setiap organisasi atau individu.
Ketentuan mengenai pengecualian terhadap perizinan, persyaratan, dan pemeriksaan khusus sebagaimana dimaksud di atas tidak berlaku dalam hal kementerian yang mengelola sektor atau bidang yang bersangkutan telah memberikan peringatan tentang keamanan pangan, penyebaran penyakit, gangguan terhadap kesehatan dan jiwa manusia, pencemaran lingkungan, dampak terhadap etika sosial, adat istiadat, gangguan terhadap perekonomian, keamanan nasional, ketertiban dan keselamatan sosial, atau telah memberikan surat pemberitahuan penghentian penerapan ketentuan pengecualian pemeriksaan khusus.
Dilarang keras bagi individu atau organisasi untuk mengumpulkan barang sesuai dengan standar bebas lisensi, ketentuan, dan pemeriksaan khusus organisasi dan individu yang membeli barang melalui transaksi e-commerce.
[iklan_2]
Sumber: https://www.anninhthudo.vn/hang-nhap-khau-qua-thuong-mai-dien-tu-tren-1-trieu-dong-phai-chiu-thue-post607469.antd
Komentar (0)