Makanan yang tinggi gula
Makanan penutup, permen, dan es krim adalah makanan yang secara tidak langsung menyebabkan insomnia. Kandungan gula yang tinggi menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba, mengganggu hormon pengatur tidur seperti melatonin. Studi juga menunjukkan bahwa mengonsumsi banyak gula sebelum tidur dapat menyebabkan hiperglikemia di malam hari, membuat Anda lebih mungkin terbangun dan mengurangi kualitas tidur.
Daging merah dan protein sulit dicerna.
Meskipun daging merah bergizi, kandungan protein dan lemaknya cukup tinggi, sehingga membutuhkan proses pencernaan yang panjang. Mengonsumsinya di larut malam memaksa lambung bekerja ekstra sepanjang malam. Beban pencernaan ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan dan kembung, tetapi juga mencegah tubuh untuk rileks sepenuhnya, sehingga berdampak negatif pada tidur.
Buah beri berair dan memiliki khasiat diuretik.
Buah dan sayuran tertentu, seperti semangka, mentimun, atau seledri, memiliki efek diuretik alami. Mengonsumsinya menjelang tidur dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil di malam hari. Harus bangun beberapa kali untuk buang air kecil mengganggu siklus tidur nyenyak Anda, sehingga Anda merasa lelah keesokan paginya.
Minuman beralkohol
Banyak orang keliru percaya bahwa alkohol membantu mereka tertidur, tetapi kenyataannya, alkohol hanya menimbulkan rasa kantuk awal. Alkohol dianggap sebagai stimulan kuat yang mengganggu pola tidur selanjutnya. Alkohol mengurangi durasi tidur REM (tidur restoratif), menyebabkan tidur dangkal dan sering terbangun. Alkohol juga memperburuk masalah pernapasan seperti mendengkur dan apnea tidur.
Saran mengonsumsi makanan tertentu sebelum tidur.
Menurut para ahli, menggabungkan karbohidrat kompleks dengan protein atau sedikit lemak sehat dianggap sebagai pilihan terbaik untuk makanan sebelum tidur.
Karbohidrat kompleks direkomendasikan, termasuk buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Makanan ini menyediakan energi yang cukup, membantu Anda tidur nyenyak sepanjang malam.
Selain itu, protein yang terdapat dalam susu atau produk susu, lemak dalam minyak zaitun, minyak kanola, dan berbagai jenis kacang-kacangan juga membantu menenangkan perut. Dengan mengonsumsi komponen-komponen ini, kadar gula darah akan terjaga pada nilai ideal, mencegah penurunan tajam saat bangun tidur setiap pagi.
Secara spesifik, banyak penelitian juga mengkonfirmasi bahwa ketika Anda mengemil, kadar gula darah Anda akan meningkat secara bertahap, membuat Anda merasa lebih cepat mengantuk. Hal ini karena karbohidrat kompleks mengaktifkan pengangkutan triptofan, asam amino yang dapat dengan cepat diubah menjadi neurotransmitter, yang secara aktif terlibat dalam penghambatan saraf. Ini membantu kita dengan mudah tertidur lelap.
Selain itu, keberadaan lemak tak jenuh seperti omega-3 dan omega-6 juga sangat efektif membantu meningkatkan kualitas tidur. Anda dapat memasukkan komponen-komponen ini ke dalam diet Anda dengan mengonsumsi berbagai kacang-kacangan bergizi atau langsung menggunakan minyak yang diekstrak dari kacang-kacangan tersebut.
Menurut para ahli, makanan ideal sebelum tidur adalah secangkir yogurt, sebuah apel, dan sedikit selai kacang, atau beberapa biskuit gandum utuh, sepotong kecil daging kalkun, dan sedikit keju.
Sumber: https://kinhtedothi.vn/top-thuc-pham-khong-nen-an-truoc-khi-di-ngu.900843.html








Komentar (0)