(Dan Tri) - Sebuah acara bela diri aneh yang berlangsung pada malam 19 Februari di Rumania menuai banyak kritik. Penyebabnya adalah penyelenggara acara tersebut menggunakan petinju pria profesional untuk memukuli model wanita.
Dalam acara ini, dua petarung MMA (seni bela diri campuran) profesional Costica Prisecaru dan Sebastian Rechinu bertanding melawan tiga petinju amatir wanita.
Gambar petinju pria menyerang gadis-gadis di atas ring (Tangkapan layar).
Faktanya, para petinju wanita ini adalah model yang mengenakan sarung tinju, hanya berdiri di atas ring agar terlihat keren. Melihat gerakan para gadis ini, jelas bahwa mereka tidak menerima pelatihan bela diri formal. Mereka tidak tahu gerakan, atau posisi untuk bertahan saat lawan menyerang.
Ketiga gadis yang mengenakan sarung tangan dan berdiri di oktagon hari itu adalah Alicia Bonita, Denisa Costea, dan Maria Adriana. Pekerjaan utama mereka adalah streamer (orang yang berbagi konten di platform digital dan jejaring sosial).
Namun, alih-alih mengikuti gerakan, petinju pria Costica Prisecaru dan Sebastian Rechinu menyerang para gadis tanpa henti.
Pertandingan tentu saja berakhir dengan cepat dalam waktu kurang dari satu menit di ronde pertama, setelah petinju pria mengalahkan petinju wanita.
Namun, kemenangan kedua petinju pria tersebut tidak mendapat pujian, malah dikritik habis-habisan. Tak hanya kedua petinju pria tersebut, penyelenggara acara juga menghadapi kemarahan publik global karena menggagas ide acara yang begitu gila.
Seorang komentator berseru: "Gadis-gadis itu tampak seperti baru saja mengecat kuku mereka sebelum melangkah ke ring, namun petinju pria menyerang mereka tanpa henti."
"Kenapa penyelenggara tidak membiarkan petinju profesional bertanding satu sama lain? Sekalipun petinju pria bertanding dengan petinju wanita, petinju profesional pun seharusnya tetap memiliki rasio 3 wanita berbanding 1 pria, bukan seperti ini," tambah komentator di atas dengan ekspresi sangat geram.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/the-thao/tran-dau-vo-thuat-tong-hop-ky-la-vo-si-nam-danh-nguoi-mau-nu-20250222115759069.htm
Komentar (0)