Insiden itu terjadi pada menit ke-25 pertandingan awal pekan ketiga Liga Primer Inggris pada malam tanggal 30 Agustus, ketika King menerima umpan dari rekan setimnya, lalu berlari dan menembak ke gawang Chelsea. Namun, setelah meninjau VAR, wasit Robert Jones memutuskan bahwa striker Fulham, Rodrigo Muniz, telah melakukan pelanggaran terhadap pemain Chelsea sebelumnya.
Tayangan ulang gerak lambat menunjukkan Muniz, saat sedang memutar bola, menendang bek tengah Trevor Chalobah. Hal ini menjadi faktor kunci dalam pembatalan gol Fulham oleh wasit Jones. Namun, keputusan tersebut langsung memicu beragam reaksi di media sosial.
![]() |
Dampak Muniz terhadap Chalobah menyebabkan gol Fulham disamakan. |
"Muniz ceroboh, gol itu seharusnya diberikan kepada Fulham," tulis salah satu akun. Penggemar lain pun angkat bicara: "Beruntung bagi Chelsea. Situasi ini membuat mereka waspada sepanjang sisa pertandingan."
Sebelum gol ini dianulir, Chelsea bermain agak buntu melawan pertahanan ketat Fulham. Pemain baru Chelsea, Liam Delap dan Joao Pedro, dijaga ketat dan kurang berinteraksi dengan rekan satu tim mereka.
Sebelum memasuki pertandingan, Chelsea menunjukkan kepercayaan diri dengan rekor 11 pertandingan tak terkalahkan berturut-turut di Stamford Bridge sejak 2025. Selain itu, "The Blues" juga memenangkan 11 dari 19 pertemuan terakhir dengan Fulham.
Sumber: https://znews.vn/tranh-cai-o-tran-chelsea-fulham-post1581382.html
Komentar (0)