Pada tanggal 4 Agustus, sebagai tanggapan atas Hari Keamanan Siber Vietnam yang jatuh pada tanggal 6 Agustus, Meta meluncurkan kampanye "Identifikasi Penipuan 2025" dengan tema "Dapatkah Anda mempercayai ini?"
Pada tahun 2024, kampanye "Deteksi Penipuan" yang diluncurkan Meta menciptakan dampak yang kuat, menarik jutaan penayangan dan ratusan ribu interaksi di platform media sosial. Umpan balik positif dari komunitas menjadi dasar bagi Meta untuk terus mengembangkan kampanye ini di tahun 2025 dengan konten yang lebih kreatif dan beragam bentuk interaksi.
Menyusul kesuksesan tahun lalu, kampanye "Identifikasi Penipuan 2025" berfokus pada peningkatan kesadaran dan membekali masyarakat dengan keterampilan untuk mengidentifikasi tujuh bentuk penipuan umum saat ini, yaitu: penipuan SMS; penipuan asmara; penipuan investasi; penipuan peniruan identitas; penipuan belanja online; penipuan pekerjaan; dan penipuan pembajakan akun.


Secara khusus, Meta akan berkolaborasi dengan Eyeyah!, sebuah platform pendidikan seni visual, untuk memperkenalkan permainan interaktif guna mendekatkan pengetahuan antipenipuan kepada pengguna dengan cara yang intuitif dan mudah diakses.
Game ini dirancang berdasarkan skenario penipuan umum, membantu pengguna meningkatkan refleks dan kemampuan berpikir analitis mereka, sehingga dapat mengidentifikasi situasi penipuan. Kampanye tahun ini akan didampingi oleh kreator konten terkemuka di bidang game di Vietnam.
Sejak 2016, perwakilan Meta mengatakan Grup telah menginvestasikan lebih dari $30 miliar dalam sumber daya manusia dan teknologi untuk melindungi keselamatan dan keamanan di platform, dan diperkirakan saat ini ada 40.000 karyawan yang bekerja di departemen ini.
Pada tahun 2024 saja, Meta menghapus lebih dari 15.000 tautan berisi konten menipu di Vietnam dan baru-baru ini menghapus 10 juta akun tambahan yang menyamar sebagai produsen konten utama secara global.
Juga pada tahun 2024, Meta mendeteksi dan menonaktifkan lebih dari tujuh juta akun yang terhubung ke pusat penipuan di Myanmar, Laos, Kamboja, Uni Emirat Arab, dan Filipina.
Selain menindak jaringan penipuan, perusahaan induk aplikasi media sosial seperti Facebook, Instagram, Messenger, dan Threads juga memperluas penggunaan teknologi pengenalan wajah untuk membantu mencegah penipuan seperti iklan peniruan selebritas dan membantu pengguna memulihkan akses ke akun yang diretas. Sejak Februari, Meta telah menguji teknologi pengenalan wajah untuk mendeteksi dan menghapus akun palsu yang mungkin digunakan penipu.
"Sebagai bagian dari upaya global untuk mengurangi penipuan dan misinformasi daring, kami bangga melanjutkan kampanye "Scam Alert" di Vietnam, salah satu pasar utama Meta di Asia, bertepatan dengan Hari Keamanan Siber Vietnam," ujar Khoi Le, Country Director Meta di Vietnam.
Bapak Khoi Le juga menekankan bahwa membekali pengguna dengan pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan keterampilan digital merupakan faktor kunci dalam membantu mereka secara proaktif melindungi diri dari bentuk penipuan yang semakin canggih. Melalui konten kreatif dan permainan interaktif, kampanye tahun ini akan membantu pengguna membentuk kebiasaan untuk memeriksa dan berpikir dengan cermat saat berkomunikasi dan berbagi informasi daring. Hal ini juga merupakan cara Meta mewujudkan komitmen jangka panjangnya untuk membangun lingkungan digital yang aman, tepercaya, dan bertanggung jawab di Vietnam.
Source: https://www.vietnamplus.vn/trien-khai-chien-dich-nhan-dien-lua-dao-nhan-ngay-an-ninh-mang-viet-nam-post1053577.vnp
Komentar (0)