Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 70 tahun Pembebasan Ibu Kota (10 Oktober 1954 - 10 Oktober 2024), pada sore hari tanggal 31 Juli 2024, di situs peninggalan nasional khusus Kuil Sastra - Quoc Tu Giam, Pusat Kegiatan Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Kuil Sastra - Quoc Tu Giam menyelenggarakan upacara pembukaan pameran tematik "Gambar Naga pada Prasasti Doktor". Bertolak belakang dengan tahun 1484, tepat di Kuil Sastra - Quoc Tu Giam, di bawah pemerintahan Raja Le Thanh Tong, prasasti doktoral pertama dibangun dan diukir dengan nama-nama mereka yang lulus ujian doktoral pada tahun tersebut. Setelah 540 tahun mengalami pasang surut sejarah, Kuil Sastra - Quoc Tu Giam masih menyimpan 82 prasasti doktoral, yang mencatat nama-nama 1.304 doktor terkemuka. Prasasti-stele doktoral ini tidak hanya menjadi saksi sejarah tetapi juga mengandung banyak nilai seni dan budaya, salah satunya adalah ukiran gambar naga pada prasasti tersebut.
Naga Awan. Foto: Hoang Anh
Di antara pola dan motif yang digunakan untuk menghiasi dahi dan tepi prasasti Doktorat, gambar naga selalu ditempatkan pada posisi yang sangat khidmat. Sebagai maskot pertama dalam daftar empat hewan suci (naga, unicorn, kura-kura, dan phoenix), naga selalu dianggap sebagai perwakilan suci dan mulia yang hanya diperuntukkan bagi raja. Naga sering digambarkan dalam komposisi sepasang naga yang menghadap matahari, dikelilingi awan api.
Bertemu Dengan Naga. Foto: Hoang Anh
Citra naga pada prasasti doktoral di Kuil Literatur - Quoc Tu Giam merupakan salah satu fitur yang menonjol dan unik. Jika pendirian prasasti pada tahun 1653 menggambarkan naga secara realistis, maka sejak pendirian prasasti pada tahun 1717 dan seterusnya, sebagian besar gambar naga dibuat oleh para pengrajin dengan cara yang sangat beragam, benar-benar melepaskan diri dari pola yang biasa. Di bawah karakteristik politik dinasti feodal Raja Le dan Lord Trinh pada abad ke-18, penggunaan gambar model naga tidak lagi cocok. Dari sini, versi naga yang berubah menjadi awan, naga yang berubah menjadi api atau naga yang berubah menjadi pohon dan daun secara berturut-turut diciptakan oleh tangan-tangan pengrajin berbakat pada saat itu, tidak hanya mengekspresikan elemen budaya dan estetika tetapi juga membawa tanda periode yang sangat istimewa dalam sejarah bangsa Vietnam.
Long Mon 8: Pola pada prasasti ujian doktoral tahun 1775 yang didirikan pada tahun 1776. Foto: Hoang Anh
Selama berabad-abad, setiap prasasti telah terpapar kondisi cuaca buruk seperti matahari, hujan, embun, dan angin, yang menyebabkan permukaannya terkikis secara signifikan, dan motif-motifnya kurang lebih tertutup oleh lapisan debu seiring waktu. Namun, berkat teknik cap, para peneliti tidak hanya menemukan prasasti yang berisi banyak informasi bermanfaat, tetapi juga menemukan serangkaian pola dan motif yang sangat rumit.
Naga di Galaksi. Foto: Hoang Anh
Karya-karya tersebut diperkenalkan di pameran dengan 4 area utama: Dragon Van Du, 8 gerbang - Long Mon, Pertemuan dengan Naga, dan Naga di Galaksi. Dengan tetap mempertahankan garis-garis asli pada prasasti doktoral yang dipadukan dengan bahasa grafis, pameran ini telah memberikan pengalaman sejarah yang mendalam kepada semua tamu sekaligus membantu pengunjung memvisualisasikan lebih jelas bakat dan keterampilan para perajin batu yang telah mengabdikan diri untuk menciptakan patung-patung yang sungguh mengesankan.
Menurut Bapak Truong Quoc Toan, penanggung jawab perancangan pameran "Gambar Naga pada Prasasti Doktor", hal khusus yang ingin ditonjolkan oleh Panitia Penyelenggara dalam desain pameran ini adalah untuk membantu pengunjung menemukan keindahan pola pada Prasasti Doktor secara umum, dan pola naga pada Prasasti Doktor secara khusus. Pameran ini juga disajikan dengan pendekatan modern, dekat dengan kaum muda, sesuai dengan semangat kegiatan di Kuil Sastra akhir-akhir ini. Pameran tematik "Gambar Naga pada Prasasti Doktor" akan berlangsung hingga 26 Agustus 2024 di Rumah Thai Hoc, peninggalan nasional khusus Kuil Sastra - Quoc Tu Giam.
Komentar (0)