Kementerian Pertahanan Jepang juga melaporkan bahwa setidaknya satu rudal balistik yang diduga diluncurkan, sementara media Jepang melaporkan bahwa dua rudal ditembakkan dan mendarat di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.
Gambar peluncuran rudal balistik Korea Utara pada Maret 2023. Foto: KCNA
"Militer kami telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan sebagai persiapan menghadapi provokasi tambahan dan mempertahankan kesiapan penuh melalui kerja sama yang erat antara Korea Selatan dan Amerika Serikat," ujar Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.
Peluncuran tersebut dilakukan sehari sebelum Korea Selatan dan Amerika Serikat menyelesaikan latihan militer gabungan mereka selama 11 hari. Pesawat pengebom B-1B kemudian melakukan latihan terpisah dengan jet tempur Korea Selatan dan Jepang pada hari Rabu.
Militer AS dan Korea Selatan ingin mengintegrasikan sistem mereka lebih erat untuk melacak peluncuran rudal Korea Utara, sebuah upaya yang juga dapat melibatkan Jepang, kata pejabat Angkatan Udara AS, Rabu.
Presiden AS Joe Biden sepakat dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada pertemuan puncak trilateral pada 18 Agustus bahwa pada akhir tahun ini, ketiga negara akan berbagi data peringatan rudal Korea Utara secara real-time.
Rudal balistik Korea Utara dilarang berdasarkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Huy Hoang (menurut Reuters, Yonhap)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)