Uji coba yang dilakukan pada hari Rabu tersebut melibatkan rudal balistik jarak menengah dan jauh berbahan bakar padat. KCNA menyatakan bahwa rudal tersebut berhasil melepaskan hulu ledak berpemandu presisi ke tiga target yang telah ditentukan.
“Tujuannya adalah untuk memastikan kemampuan menghancurkan target individu menggunakan beberapa hulu ledak,” kata pernyataan itu.
Gambar uji coba rudal berhulu ledak ganda Korea Utara pada 26 Juni 2024. Foto: KCNA
Pengumuman itu muncul sehari setelah militer Korea Selatan mengatakan Korea Utara meluncurkan apa yang tampak seperti rudal supersonik di lepas pantai timurnya, tetapi meledak di udara.
Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang mengutuk peluncuran tersebut sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB, memperingatkan terhadap provokasi Korea Utara menyusul pertemuan minggu lalu antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Roket dengan hulu ledak ganda Korea Utara diluncurkan pada 26 Juni 2024. Foto: KCNA
Sementara itu, Menteri Pertahanan Korea Utara Kang Sun Nam mengutuk serangan Ukraina terhadap Krimea dengan rudal ATACMS yang dipasok AS yang menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 151 orang sebagai "tindakan keji".
Serangan itu menyoroti bagaimana Washington bertindak sebagai "negara sponsor utama terorisme", ujarnya, seraya menambahkan bahwa setiap pembalasan dari Rusia akan menjadi "tindakan pembelaan diri yang sah".
Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Senin bahwa Washington telah menyediakan senjata kepada Ukraina agar negara itu dapat mempertahankan wilayah kedaulatannya.
Hoang Anh (menurut KCNA, Reuters, Yonhap)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/trieu-tien-tuyen-bo-thu-thanh-cong-ten-lua-mang-nhieu-dau-dan-post301043.html
Komentar (0)