Menurut seorang koresponden VNA di Kairo, pada tanggal 5 Agustus, media Mesir khususnya dan kawasan Timur Tengah-Afrika Utara pada umumnya menerbitkan banyak artikel positif yang menilai dan menyoroti prospek kerja sama di berbagai bidang antara Vietnam dan Mesir selama kunjungan kenegaraan Presiden Luong Cuong ke Republik Arab Mesir dari tanggal 3-6 Agustus.
Mengenai kerja sama ekonomi dan perdagangan, harian Mesir Youm7 mengatakan bahwa ini adalah kunjungan penting dan bersejarah, yang mencerminkan komitmen politik yang kuat dan menciptakan momentum baru dalam hubungan bilateral, terutama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Mesir dan Vietnam.
Surat kabar Youm7 menekankan bahwa kedua negara berkomitmen untuk mempromosikan kerja sama perdagangan bilateral dan berusaha meningkatkan omzet perdagangan dua arah menjadi 1 miliar USD di waktu mendatang, dengan fokus pada produk-produk utama seperti makanan laut, produk pertanian dan pakaian (dari Vietnam) serta bahan kimia, pupuk dan farmasi (dari Mesir).
Kerjasama investasi antara Vietnam dan Mesir dinilai memiliki potensi besar, terutama dalam industri seperti pengolahan makanan halal, tekstil, energi bersih dan logistik.
Sementara itu, surat kabar Al-Ahram, yang memiliki pembaca terbesar di Mesir, menilai kunjungan kenegaraan Presiden Luong Cuong ke Mesir menandai langkah maju yang substansial dalam mewujudkan perjanjian yang ditandatangani antara kedua belah pihak.
Presiden Luong Cuong bertemu dengan Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly. (Foto: Lam Khanh/VNA)
Sementara itu, surat kabar Mesir Al-Gomhuria dan El-Balad mengomentari bahwa kedua negara memiliki potensi besar untuk meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata dan pertukaran antarmasyarakat.
Vietnam merupakan destinasi baru dan menarik bagi wisatawan dari Timur Tengah dan Afrika Utara pada umumnya dan Mesir pada khususnya.
Sementara itu, Mesir dengan keajaiban seperti Piramida Giza, Sungai Nil, Museum Besar Mesir... sangat cocok untuk dipromosikan kepada wisatawan Vietnam.
Mengenai kerja sama energi dan transisi hijau, media Mesir berkomentar bahwa kedua negara juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi terbarukan.
Vietnam memiliki kekuatan dalam energi surya dan angin, sementara Mesir terus maju dengan program pengembangan hidrogen hijau dan tenaga angin di kawasan Laut Merah.
Media regional menganggap ini sebagai arah strategis yang dapat menjadi pilar kerja sama baru, terutama ketika kedua negara mengejar kebijakan pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi.
Media Mesir dan Timur Tengah-Afrika Utara juga sangat menghargai komitmen kedua belah pihak untuk memperluas pertukaran pelajar, penelitian akademis, dan pengajaran bahasa Arab-Vietnam di universitas masing-masing.
Mempromosikan diplomasi budaya dan hubungan antara cendekiawan kedua negara merupakan cara untuk meningkatkan saling pengertian dan mengembangkan hubungan berkelanjutan.
Mengenai kerja sama pertahanan-keamanan dan parlemen, surat kabar Mesir Daily News Egypt dan El-Watan mengatakan bahwa kedua negara bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan, industri pertahanan, keamanan maritim, dan kontra-terorisme.
Selain itu, prospek mempromosikan diplomasi parlemen dan pertukaran delegasi antara parlemen kedua negara juga dianggap oleh media Mesir sebagai faktor yang membantu meningkatkan kepercayaan politik antara kedua belah pihak.
Presiden Luong Cuong bertemu dengan Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly. (Foto: Lam Khanh/VNA)
Media Mesir juga mengomentari bahwa Vietnam dan Mesir memiliki sikap yang sama di forum-forum seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Gerakan Non-Blok, dan G77+Tiongkok.
Surat kabar Mesir juga mengatakan bahwa Vietnam dan Mesir harus memanfaatkan peran mereka sebagai gerbang strategis, dengan Vietnam menjadi jembatan menuju ASEAN, sementara Mesir adalah gerbang menuju Afrika dan dunia Arab.
Menurut kantor berita MENA (Mesir), kedua negara bertujuan untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi hijau, makanan halal, keuangan, dan perbankan.
Mesir dan Vietnam juga berharap untuk segera memulai negosiasi dan menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) bilateral.
Mesir secara strategis terletak sebagai jembatan antara Asia Tenggara dan Afrika, sementara Vietnam merupakan pintu gerbang ke pasar ASEAN.
Kunjungan Presiden Luong Cuong ke Mesir membuka peluang bagi kedua negara untuk mempromosikan posisi strategis mereka dalam konektivitas regional dan meningkatkan hubungan antara ASEAN dan kawasan Timur Tengah-Afrika Utara.
Secara umum, media Mesir dan Timur Tengah-Afrika Utara menilai kunjungan Presiden Luong Cuong ke Mesir sebagai titik balik penting, yang membuka prospek kerja sama komprehensif dan substantif antara kedua negara di banyak bidang seperti ekonomi, perdagangan, pariwisata, pertukaran antarmasyarakat, energi hijau, pendidikan, penelitian ilmiah, pertahanan, keamanan, kerja sama multilateral, inovasi, pemeliharaan perdamaian, dll.
Kunjungan tersebut tidak hanya menegaskan kembali komitmen politik antara Vietnam dan Mesir, tetapi juga membantu membangun mekanisme kerja sama yang spesifik dan jangka panjang antara kedua belah pihak.
(Kantor Berita Vietnam/Vietnam+)
Source: https://www.vietnamplus.vn/truyen-thong-ai-cap-danh-gia-cao-chuyen-tham-cua-chu-cich-nuoc-luong-cuong-post1053923.vnp
Komentar (0)