Delegasi Majelis Nasional, Pham Van Hoa, mengusulkan agar hukuman mati tetap berlaku untuk kasus penggelapan, penyuapan, dan perdagangan narkoba ilegal. Foto: Pham Dong
Perdagangan dan pengangkutan narkoba bagaikan saudara kembar.
Melanjutkan Sidang ke-9, pada pagi hari tanggal 27 Mei, Majelis Nasional membahas di aula rancangan Undang-Undang tentang perubahan dan penambahan sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Dengan 8 kejahatan yang diusulkan untuk dihapus dari kerangka hukuman mati, delegasi Pham Van Hoa (Delegasi Dong Thap ) setuju untuk menghapus 6 kejahatan, sehingga menyisakan 2 kejahatan (penggelapan, korupsi; pengangkutan narkoba ilegal).
Menyampaikan pandangannya, delegasi tersebut mengatakan bahwa sejauh ini belum ada yang dijatuhi hukuman mati karena penggelapan atau korupsi. Baru-baru ini, terdapat beberapa kasus di mana Kejaksaan mengusulkan hukuman mati bagi sejumlah pelaku, terutama dalam kasus-kasus yang terjadi di Van Thinh Phat Group, Bank SCB, serta unit dan organisasi terkait.
Menurut delegasi, ketika Kejaksaan mengusulkan hukuman mati, keluarga terdakwa tidak setuju. Namun, ketika pengadilan menjatuhkan hukuman mati, beberapa hari kemudian keluarga terdakwa membawa uang untuk memperbaiki konsekuensi kasus tersebut, seperti "menebus hukuman mati".
"Hukuman mati untuk kejahatan-kejahatan ini adalah untuk pencegahan, penangkalan, dan peringatan. Khususnya untuk kejahatan korupsi, kebijakan Partai dan Negara kita adalah menghukum pelaku-pelaku ini dengan tepat," ujar delegasi tersebut, seraya menyarankan agar kejahatan-kejahatan ini dikaji ulang.
Delegasi tersebut melanjutkan dengan menyebutkan bahwa Truong My Lan telah menyebabkan kerusakan dan kerugian anggaran jutaan miliar dong. Angka ini sungguh tak terbayangkan, jika hanya setengahnya saja yang dapat dipulihkan, 50% jalur kereta cepat Utara-Selatan dapat dibangun. Oleh karena itu, hukuman mati harus tetap dipertahankan untuk kejahatan ini.
Terkait kejahatan peredaran narkoba ilegal, delegasi mengatakan bahwa kejahatan ini dan kejahatan peredaran dan kepemilikan narkoba ilegal bagaikan saudara kembar, hanya lahir sebelum dan sesudahnya. Karena jika tidak ada peredaran narkoba ilegal, tidak akan ada yang menggunakannya.
Dari analisis di atas, para delegasi mengusulkan untuk mempertahankan kerangka hukuman untuk kejahatan pengangkutan narkoba ilegal.
Para delegasi juga sepakat untuk tidak menerapkan hukuman mati bagi penderita kanker atau HIV terminal. Mereka juga mengusulkan penambahan kasus gagal ginjal stadium akhir dan penyakit hati berat yang tidak dapat diobati. "Penghapusan hukuman mati juga merupakan kebijakan kemanusiaan Partai dan Negara kita," tegas para delegasi.
Harus dipenjara karena penggunaan narkoba
Terkait tindak pidana penyalahgunaan narkoba , delegasi Pham Van Hoa mengatakan bahwa minimnya penuntutan pidana telah menimbulkan banyak keluhan dari masyarakat dan pemilih. Banyaknya orang yang menggunakan narkoba secara ilegal menimbulkan bahaya yang sangat serius bagi masyarakat.
"Jika kita menganggap pecandu narkoba sebagai orang sakit dan menghabiskan uang untuk merawat mereka di kamp rehabilitasi, tetapi ketika mereka meninggalkan kamp, tingkat rehabilitasinya tidak seberapa. Oleh karena itu, untuk mencegah dan membuat jera, kita harus menghukum penggunaan narkoba dengan hukuman penjara," ujar delegasi tersebut.
Delegasi Phan Thi My Dung. Foto: Pham Dong
Senada dengan itu, delegasi Phan Thi My Dung (Delegasi Long An ) mengatakan bahwa banyak pemilih menyarankan agar undang-undang tersebut dibuat untuk menangani pecandu narkoba. Saat ini, pecandu narkoba hanya dikenakan sanksi administratif dan dikirim ke fasilitas rehabilitasi narkoba wajib, baik untuk rehabilitasi maupun perawatan.
Menurut delegasi, efek pencegahan dan jera dari hukuman ini tidak tinggi. Usia pecandu semakin muda, jumlah pecandu sangat besar, dan tingkat kekambuhan setelah rehabilitasi juga sangat tinggi.
Oleh karena itu, delegasi tersebut menyatakan bahwa penanganan pelanggaran administratif terhadap pecandu narkoba sedang menghadapi kesulitan. Oleh karena itu, kriminalisasi terhadap kejahatan ini merupakan langkah yang tepat dan memiliki dasar praktis, serta mengusulkan peta jalan untuk implementasinya.
Laodong.vn
Sumber: https://laodong.vn/thoi-su/tu-vu-ba-truong-my-lan-de-nghi-giu-tu-hinh-voi-toi-tham-o-nhan-hoi-lo-1513400.ldo
Komentar (0)