Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Makanan apa saja yang sebaiknya dihindari remaja selama masa pubertas untuk mengurangi risiko kanker payudara?

VnExpressVnExpress22/10/2023


Penelitian di AS menunjukkan bahwa mengonsumsi gula, karbohidrat, dan makanan olahan dalam jumlah besar antara usia 13 dan 20 tahun meningkatkan risiko terkena kanker payudara di masa depan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Breast Cancer Research pada bulan Oktober tersebut menemukan bahwa makanan cepat saji dan makanan sampah dengan kadar AGEs (glycated fast food) yang tinggi meningkatkan kejadian kanker payudara.

AGEs adalah senyawa berbahaya yang terbentuk dari protein atau lemak yang mengalami glikasi setelah kontak dengan gula. Senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf, mata, ginjal, dan jantung.

Para penulis menyatakan bahwa peningkatan AGEs dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, hal ini sebagian besar diabaikan karena kurangnya penelitian tentang hubungan sebab-akibat secara langsung.

Untuk mencapai kesimpulan ini, para ilmuwan memasak makanan berbasis glukosa pada suhu 120 derajat Celcius selama 15 menit, menghasilkan produk dengan AGE yang umumnya ditemukan dalam makanan yang digoreng dan dipanggang. Kemudian mereka membagi tikus percobaan menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol dengan diet tikus normal, kelompok yang diberi makanan dengan konsentrasi AGE rendah, dan kelompok yang diberi makanan dengan konsentrasi AGE tinggi.

Para ahli mengatakan bahwa wanita berusia 13 hingga 20 tahun sebaiknya membatasi konsumsi makanan olahan untuk mencegah kanker payudara. (Gambar: Stok Adobe)

Para ahli mengatakan bahwa wanita berusia 13 hingga 20 tahun sebaiknya membatasi konsumsi makanan olahan untuk mencegah kanker payudara. (Gambar: Stok Adobe)

Para ahli menemukan bahwa tikus yang diberi makanan tinggi lemak terglikasi menghasilkan sel payudara abnormal, menunjukkan perubahan pada jaringan payudara yang mirip dengan yang terlihat pada pasien kanker stadium awal. Perubahan ini pada manusia dikenal sebagai "hiperdensitas payudara," dan terlihat pada mammogram.

Temuan ini tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat langsung antara makanan tinggi AGEs dan kanker payudara. Namun, hal ini menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan olahan meningkatkan risiko berkembangnya sel payudara abnormal, yang dapat menyebabkan kanker payudara di masa mendatang.

Menurut Dr. Steven Quay, pembimbing penelitian, meskipun pengobatan kanker payudara telah mengalami banyak kemajuan dan keberhasilan, pencegahan tetap sangat penting. Ia menjelaskan bahwa perkembangan payudara selama masa pubertas membuat tubuh rentan selama beberapa tahun. Faktor lingkungan, diet, atau prosedur medis seperti sinar-X dapat memiliki konsekuensi yang lebih lama.

Thuc Linh (Menurut NY Post )



Tautan sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Bersama-sama kita mencapai garis finis. Atlet lanjut usia yang berlari sejauh 42 km menerima dukungan yang tepat waktu.

Bersama-sama kita mencapai garis finis. Atlet lanjut usia yang berlari sejauh 42 km menerima dukungan yang tepat waktu.

Kota

Kota

Kim Son Reed Fan

Kim Son Reed Fan