Dalam pertemuan tersebut, para pejabat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Wilayah VIII menyampaikan pokok-pokok baru Undang-Undang Jaminan Sosial dan Undang-Undang Jaminan Kesehatan hasil amandemen, yang akan berlaku efektif mulai 1 Juli 2025. Pokok-pokok penting yang disampaikan antara lain: Perluasan cakupan peserta jaminan kesehatan wajib; penyesuaian besaran iuran dan tata cara pembayaran jaminan kesehatan; perluasan hak atas pemeriksaan dan pengobatan; penguatan penanganan pelanggaran dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan; pengurangan masa minimal kepesertaan jaminan sosial untuk memperoleh pensiun dari 20 tahun menjadi 15 tahun; mendorong pegawai untuk tetap mengikuti jaminan sosial sukarela setelah pensiun agar berhak memperoleh pensiun, serta kepastian manfaat jaminan kesehatan saat pensiun.
Selama dialog, lebih dari 20 pertanyaan dari delegasi diajukan, dengan fokus pada isu-isu praktis seperti: Sakit, bersalin, pesangon, asuransi pengangguran, perhitungan pensiun, prosedur penyelesaian tunjangan ketika kontrak kerja belum berakhir, masalah saat menutup buku asuransi sosial, pembayaran asuransi sosial satu kali untuk pekerja asing, peraturan tentang penerimaan pensiun sebelum usia pensiun...
Secara khusus, banyak delegasi menyatakan minatnya pada regulasi baru tentang perluasan jumlah peserta asuransi sosial, penambahan manfaat pensiun sosial, manfaat bersalin dalam asuransi sosial sukarela; mengubah tingkat acuan sebagai pengganti gaji pokok, ketentuan untuk menikmati manfaat bagi pekerja dalam pekerjaan berat dan berbahaya...
Pendapat dan pertanyaan delegasi dijawab secara spesifik dan jelas oleh perwakilan Wilayah Jaminan Sosial VIII, Departemen Dalam Negeri dan sektor terkait.
Konferensi ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyebarluaskan konten baru dari Undang-Undang Jaminan Sosial dan Jaminan Kesehatan yang telah direvisi, tetapi juga menjadi forum bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial untuk mendengarkan dan menyelesaikan kesulitan serta hambatan dalam proses implementasi di perusahaan. Dengan demikian, hal ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan tanggung jawab dalam penerapan kebijakan hukum terkait jaminan sosial dan jaminan kesehatan, sekaligus menciptakan motivasi bagi karyawan agar merasa aman dalam bekerja dan betah bekerja di perusahaan dalam jangka panjang.
Sumber: https://baoquangninh.vn/tuyen-truyen-pho-bien-luat-bhxh-bhyt-tai-kcn-cang-bien-hai-ha-3368092.html
Komentar (0)