Hari ini (24 Maret), pemerintah Canberra mengumumkan bahwa Angkatan Darat Australia telah menerima pengiriman pertama dari AS berupa lini rudal jarak jauh yang dianggap mampu mengubah situasi di medan perang.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles (tengah) mengumumkan penerimaan sistem HIMARS pertama dari AS pada tanggal 24 Maret.
Pada Pameran Udara Internasional Australia di Avalon, New South Wales, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan Menteri Industri Pertahanan Pat Conroy mengumumkan bahwa negara tersebut telah menerima rudal jarak jauh dari sekutunya AS.
Rudal yang baru dikirim adalah Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), yang telah menarik perhatian di garis depan di Ukraina.
Gelombang pertama mencakup dua sistem HIMARS dan merupakan bagian dari total 42 sistem yang disediakan oleh AS, yang menurut pemerintah Canberra merupakan senjata "pengubah permainan" di medan perang dan dengan demikian meningkatkan keamanan bagi Australia dan kawasan tersebut.
"Kami telah menginvestasikan anggaran yang memecahkan rekor untuk memastikan Angkatan Pertahanan Australia dilengkapi dengan kemampuan yang diperlukan saat dibutuhkan guna menjamin keamanan Australia," AFP hari ini, 24 Maret, mengutip Menteri Marles.
Dengan sistem peluncur roket berpemandu multi-laras dan rudal serang presisi, HIMARS dapat menghancurkan target pada jarak lebih dari 500 km.
“HIMARS adalah kemampuan kelas dunia , yang memberikan daya tembak presisi jarak jauh, sehingga Angkatan Darat Australia memiliki jangkauan ofensif lebih dari 10 kali lipat sebelumnya,” ujar Menteri Conroy.
Kapal selam nuklir AS tiba di Australia, meningkatkan kehadirannya di bawah perjanjian AUKUS
Australia telah mempercepat penyebaran HIMARS setelah meninjau kemampuan pertahanan pada tahun 2023.
Laporan tahun itu menyerukan agar militer negara itu segera beralih ke kemampuan pertahanan jarak jauh untuk menanggapi perubahan di kawasan itu dengan cepat.
Berdasarkan rekomendasi laporan tersebut, pemerintah Canberra mengumumkan pengeluaran sebesar 1,6 miliar AUD (sekitar 1 miliar USD) untuk memperluas dan mempercepat transfer HIMRS.
Sebagai bagian dari strategi pencegahannya, Australia juga berkomitmen untuk melengkapi angkatan lautnya dengan kapal selam bertenaga nuklir siluman yang membawa rudal jelajah.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/uc-tiep-nhan-ten-lua-tam-xa-co-the-thay-doi-cuoc-choi-tu-my-185250324105637444.htm
Komentar (0)