Permukaan Bulan ditutupi oleh material yang disebut regolith, yang terbentuk dari pecahan-pecahan yang tercipta dalam tabrakan meteorit miliaran tahun yang lalu. Sumber daya yang melimpah ini menawarkan solusi potensial untuk kebutuhan konstruksi.
Namun, mengumpulkan regolit asli di Bulan merupakan tantangan. Untuk mengatasi keterbatasan ini, para ilmuwan di Badan Antariksa Eropa (ESA) awalnya menciptakan versi buatan dari regolit bulan dengan menghancurkan meteorit berusia satu tahun. Material ini kemudian digunakan untuk mencetak balok-balok bergaya Lego menggunakan printer 3D, yang oleh ESA disebut "balok luar angkasa".
Batu bata luar angkasa ini dirancang agar mudah dirakit, menawarkan fleksibilitas dalam membangun berbagai struktur. Batu bata ini memiliki tekstur kasar dan berwarna abu-abu, setelah diuji dalam lingkungan bulan yang disimulasikan. Para insinyur luar angkasa ESA terus menyempurnakan metode konstruksi mereka menjelang misi bulan yang sebenarnya.
Kemampuan untuk membangun lingkungan yang layak huni dan infrastruktur penting lainnya di Bulan dapat secara signifikan mengurangi kebutuhan pasokan dari Bumi, sehingga eksplorasi dan tinggal lebih lama di Bulan, dan pada akhirnya menciptakan lingkungan yang layak huni, menjadi lebih memungkinkan.
HUY QUOC
Sumber: https://www.sggp.org.vn/vat-lieu-xay-dung-tren-mat-trang-post747286.html






Komentar (0)