Sejak dirilis, lagu "Goals" menarik perhatian global berkat penampilan Lisa, anggota BlackPink. Turut berkolaborasi dengan sang idola adalah penyanyi asal Brasil, Anitta, dan artis asal Nigeria, Rema.
Dengan perpaduan tiga gaya musik yang berbeda, banyak penonton mengharapkan lagu ini menjadi lagu yang eksplosif, yang mewujudkan semangat meriah yang menjadi ciri khas perayaan sepak bola FIFA.
Namun, setelah dirilis, Goals dengan cepat menimbulkan beragam pendapat. Meskipun para penggemar mengapresiasi melodi lagu yang ceria, ritme yang menarik, dan suasana yang energik, banyak netizen merasa lagu tersebut tidak sepenuhnya menangkap semangat lagu kebangsaan Piala Dunia.

Poin kontroversi terbesar terletak pada liriknya. Alih-alih menyampaikan pesan tentang hubungan antar bangsa, kecintaan pada sepak bola, atau solidaritas global, lagu ini berfokus pada citra individu, penampilan, dan perayaan yang mirip pesta. Beberapa bagian lirik Lisa dan Anitta dikritik karena lebih menyerupai musik dansa komersial daripada lagu yang mewakili acara olahraga terbesar di dunia.
Di forum internasional, banyak penonton menyatakan kekecewaan. Beberapa bahkan menggunakan kata "memalukan" untuk menggambarkan isi lagu tersebut jika dibandingkan dengan lagu-lagu Piala Dunia klasik dari turnamen sebelumnya.
Di tengah kontroversi, Goals berulang kali dibandingkan dengan Dreamers - lagu resmi Piala Dunia 2022 yang dibawakan oleh Jungkook dari BTS.
Lagu Dreamers mendapat banyak pujian atas melodi yang energik, pesan yang menginspirasi, dan terutama penampilan live yang mengesankan di upacara pembukaan di Qatar. Bagi banyak penggemar, lagu Jungkook terasa lebih dekat dengan semangat sepak bola karena menekankan pengejaran mimpi dan koneksi komunitas.
Terpilihnya Lisa sebagai idola Kpop berikutnya yang berpartisipasi dalam proyek musik Piala Dunia juga meningkatkan tekanan publik. Dengan BlackPink dan BTS yang sering dibandingkan sebagai dua grup Kpop global terkemuka, setiap produk yang terkait dengan kedua artis tersebut pasti akan dibandingkan.
Namun, banyak penggemar berpendapat bahwa mengkritik Lisa secara langsung adalah tidak adil. Mereka percaya bahwa sang idola hanyalah salah satu dari tiga artis yang membawakan lagu tersebut, sementara arahan musik dan isi lagu pada akhirnya bergantung pada tim produksi di baliknya.

Saat ini, FIFA belum merilis daftar lengkap penulis lirik untuk lagu Goals . Namun, tim produksi telah mengkonfirmasi bahwa lagu tersebut diproduseri oleh Cirkut, seorang produser pemenang Grammy, dan para kolaboratornya. Hal ini menunjukkan investasi yang signifikan pada suara proyek dan gaya pop internasional yang modern.
Sebagian orang berpendapat bahwa Goals mungkin menargetkan generasi pendengar yang lebih muda, memprioritaskan hiburan daripada kedalaman pesan. Dalam konteks di mana musik arus utama semakin dipengaruhi oleh TikTok dan platform video pendek lainnya, lagu-lagu yang menarik dan ceria seringkali lebih disukai.
Meskipun demikian, kontroversi seputar lagu Goals juga mencerminkan ekspektasi tinggi publik terhadap lagu-lagu Piala Dunia. Bagi penggemar sepak bola, musik tema turnamen ini bukan sekadar hiburan tetapi juga simbolis, mewakili semangat persatuan, emosi kemenangan, dan kebanggaan global.
Sumber: https://baovanhoa.vn/nghe-thuat/vi-sao-ca-khuc-world-cup-2026-cua-lisa-nhan-phan-ung-du-doi-231869.html








Komentar (0)