Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengomentari kasus penyakit pernapasan di China setelah menerima informasi dari negara tersebut.
Orang-orang yang mengenakan masker wajah menunggu di area rawat jalan departemen pernapasan di sebuah rumah sakit di Beijing pada 8 Januari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa meningkatnya kasus penyakit pernapasan umum di Tiongkok dan tempat lain di sekitar Belahan Bumi Utara berada dalam kisaran musim dingin yang diharapkan dan tidak ada laporan wabah yang tidak biasa.
Laporan tentang lonjakan kasus virus pneumonia manusia (HMPV), infeksi pernapasan umum, di Tiongkok telah menarik perhatian, dengan laporan tentang kelebihan kapasitas rumah sakit yang mengingatkan kita pada awal pandemi Covid-19 lebih dari lima tahun lalu, menurut Reuters.
Namun, WHO menyatakan dalam sebuah pernyataan pada 8 Januari bahwa pihaknya telah menghubungi otoritas kesehatan Tiongkok dan belum menerima laporan adanya pola wabah yang tidak biasa di sana. Otoritas Tiongkok juga telah memberi tahu badan kesehatan PBB tersebut bahwa sistem kesehatan tidak kewalahan dan belum ada respons darurat yang diaktifkan.
WHO menyatakan data dari Tiongkok hingga 29 Desember 2024 menunjukkan bahwa deteksi HMPV, influenza musiman, rhinovirus, dan virus pernapasan sinsitial (RSV) telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, terutama di wilayah utara Tiongkok. Influenza kini menjadi penyebab penyakit paling umum yang dilaporkan, ungkap WHO.
Peningkatan infeksi saluran pernapasan akut dan deteksi patogen terkait yang diamati di banyak negara di Belahan Bumi Utara dalam beberapa minggu terakhir memang diperkirakan terjadi pada saat ini dan bukanlah hal yang tidak biasa,” tambah WHO.
HMPV biasanya menyebabkan gejala seperti pilek selama beberapa hari, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi dapat menyebabkan rawat inap pada anak-anak, orang tua, atau orang dengan masalah kesehatan yang mendasarinya.
Tidak seperti SARS-CoV-2, yang menyebabkan Covid-19, yang merupakan virus baru, HMPV pertama kali ditemukan pada tahun 2001 dan kemungkinan telah beredar jauh lebih lama, kata para ilmuwan .
Beberapa negara lain, termasuk India dan Inggris, juga mengalami peningkatan kasus HMPV musim dingin ini, serta infeksi pernapasan lainnya, sejalan dengan tren musiman yang terkadang dapat membanjiri rumah sakit.
"Hampir setiap anak akan terinfeksi setidaknya satu kali sebelum ulang tahun kelima mereka," kata Paul Hunter, profesor kedokteran di University of East Anglia di Inggris. Ia mengatakan negara-negara juga meningkatkan kemampuan mereka untuk mendiagnosis penyakit ini, yang bisa menjadi faktor penyebab meningkatnya insiden yang dilaporkan.
“Secara keseluruhan, saya rasa saat ini belum ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah global yang lebih serius,” ujarnya.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/who-noi-gi-ve-benh-ho-hap-o-trung-quoc-va-cac-noi-khac-185250108204001198.htm
Komentar (0)