Sesuai dengan Undang-Undang tentang Administrasi Perpajakan No. 38/2019/QH14 tanggal 13 Juni 2019 dari Majelis Nasional ; Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana No. 100/2015/QH13 tanggal 27 November 2015 dari Majelis Nasional; Sesuai dengan Keputusan No. 125/2020/ND-CP tanggal 19 Oktober 2020 dari Pemerintah;
Sehubungan dengan itu, Peraturan Pemerintah Nomor 125/2020/ND-CP telah mengatur 1 Bab (Pasal 20 sampai dengan Pasal 31) yang mengatur pelanggaran administratif terkait faktur, denda, dan tindakan perbaikan.
Bergantung pada keadaan, pelanggaran atas penggunaan faktur pajak ilegal atau penggunaan faktur pajak ilegal akan dihukum sesuai dengan tindakan pernyataan palsu yang menyebabkan kekurangan pajak yang terutang atau peningkatan jumlah pajak yang dibebaskan, dikurangi, atau dikembalikan; atau dihukum karena penggelapan pajak; atau denda dari VND 20.000.000 hingga VND 50.000.000 sesuai peraturan.

Dan Direktorat Jenderal Pajak melimpahkan berkas perkara pelanggaran yang berindikasi pidana untuk penuntutan pertanggungjawaban pidana atas tindak pidana penggelapan pajak yang jumlahnya Rp100.000.000.000,- atau lebih atau kurang dari Rp100.000.000.000,-, dikenakan sanksi administrasi karena penggelapan pajak, atau dihukum karena melakukan tindak pidana tersebut atau salah satu tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tidak bersih dari tindak pidana, namun tetap melakukan pelanggaran.
Sumber
Komentar (0)