Nyamuk adalah vektor penyakit berbahaya, yang menularkan berbagai penyakit mulai dari malaria dan demam berdarah hingga virus Zika. Sebelumnya, metode pengendalian nyamuk terutama bergantung pada lampu UV, dupa pengusir nyamuk, insektisida, atau kelambu. Meskipun metode ini umum digunakan, metode ini tidak terlalu efektif dan mudah menyebabkan polusi sekunder, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki kondisi tubuh sensitif.
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi AI telah banyak diterapkan di bidang pengendalian nyamuk, menciptakan perangkap nyamuk pintar yang mampu mengidentifikasi dan membasmi target secara akurat tanpa memerlukan bahan kimia. Salah satu perangkat yang terkenal saat ini adalah Bzigo Iris – produk yang dikembangkan oleh para insinyur Israel, yang menggunakan kecerdasan buatan untuk memindai ruang di dalam ruangan dan mendeteksi nyamuk saat hinggap.

Bzigo Iris beroperasi dengan kamera inframerah dan sistem pengenalan gambar AI. Saat mendeteksi nyamuk, perangkat ini menggunakan laser berdaya rendah untuk menandai lokasi nyamuk di dinding atau langit-langit. Pemilik perangkat menerima peringatan di ponsel mereka melalui aplikasi yang terhubung. Meskipun Bzigo tidak membunuh nyamuk secara langsung dengan laser, alat ini membantu pengguna mendeteksi dan mengatasi nyamuk dengan cepat. Keunggulan utamanya adalah perangkat ini bekerja dengan baik dalam gelap, tidak berisik, dan tidak memerlukan bahan kimia atau penggantian berkala.
Dalam skala luar ruangan, para ilmuwan di Universitas South Florida (USF) telah mengembangkan perangkap nyamuk pintar yang terintegrasi dengan AI, yang mampu mengidentifikasi nyamuk berdasarkan spesiesnya berdasarkan gerakan dan bentuk sayap. Perangkat ini menggunakan kamera, sensor, dan prosesor yang terpasang langsung di dalam perangkap untuk membedakan spesies berbahaya seperti Aedes aegypti – penyebab utama demam berdarah dan Zika. Setelah mendeteksi nyamuk yang sesuai, perangkat secara otomatis menarik atau menjebaknya.
Sistem ini merupakan bagian dari proyek EMERGENTS, yang didanai oleh Institut Kesehatan Nasional AS, dengan total anggaran sebesar $3,6 juta. Perangkat ini dirancang untuk digunakan di daerah perkotaan dan pedesaan, beroperasi menggunakan baterai atau tenaga surya, dan tidak memerlukan pemantauan terus-menerus. Kecepatan pemrosesan gambar dan pengambilan keputusan AI meningkatkan efektivitas pengendalian penyakit di titik-titik rawan tanpa intervensi manual.
Di Uganda dan India, organisasi kesehatan sedang menguji VectorCam – sebuah perangkat sederhana yang menggunakan ponsel pintar dengan mikroskop terpasang dan perangkat lunak AI untuk mengidentifikasi nyamuk. Hal ini memungkinkan petugas kesehatan untuk dengan cepat mengidentifikasi spesies nyamuk di tempat kejadian hanya dalam 15–18 detik, tanpa perlu membawa sampel ke laboratorium. Perangkat ini dianggap sebagai langkah maju yang signifikan dalam pengawasan penyakit di daerah terpencil.

Selain itu, banyak model berbasis AI yang dikombinasikan dengan pemetaan satelit sedang digunakan di Eropa untuk mengidentifikasi potensi tempat perkembangbiakan nyamuk. Hal ini memungkinkan penyemprotan atau perbaikan lingkungan yang tepat waktu dan tepat sasaran, membatasi penggunaan bahan kimia yang berlebihan dan melindungi ekosistem lokal.
Di Vietnam, teknologi perangkap nyamuk pintar masih relatif baru tetapi memiliki potensi aplikasi yang sangat besar, terutama dalam konteks peningkatan wabah demam berdarah selama musim hujan. Perangkat seperti Bzigo Iris dapat cocok untuk lingkungan rumah perkotaan, di mana ruang tertutup dan banyak perangkat elektronik membutuhkan keamanan mutlak. Perangkap AI luar ruangan, seperti model USF, dapat diintegrasikan ke dalam program pengendalian penyakit masyarakat jika dukungan teknis dan finansial diberikan.
Meskipun biaya awalnya lebih tinggi dibandingkan dengan metode tradisional, dalam jangka panjang, robot penangkap nyamuk bertenaga AI merupakan pilihan optimal karena kemampuannya untuk beroperasi terus menerus, tanpa bahan kimia, tanpa menyebabkan polusi, dan dengan kemungkinan pembaruan perangkat lunak secara berkala untuk meningkatkan akurasi.
Teknologi baru ini tidak hanya mendukung individu dalam melindungi kesehatan mereka, tetapi juga membantu mengendalikan penyakit secara lebih proaktif, cepat, dan efektif dalam konteks perubahan iklim, perkembangbiakan nyamuk sepanjang tahun, dan penyebaran luas di berbagai zona ekologi.
Sumber: https://khoahocdoisong.vn/xuat-appear-robot-bat-muoi-bang-ai-post1551711.html








Komentar (0)