Para blogger perjalanan menyarankan bahwa desa Hakuba di Jepang atau Hallstatt di Austria menjanjikan daya tarik wisatawan Vietnam di musim dingin berkat lanskapnya yang masih asli dan budayanya yang kaya.
Berdasarkan pengalaman mereka bepergian ke berbagai negara, blogger Vinh Le (Vinh Gau) dan Nguyen Lan Uyen (Saru) telah memilih empat destinasi yang akan disukai wisatawan Vietnam di musim dingin. Kesamaan tempat-tempat ini adalah lanskapnya yang masih asli, jejak budaya yang kuat, dan beragam pengalaman yang patut dicoba di musim dingin.
Desa Hakuba, Jepang
Lan Uyen menyarankan Desa Hakuba di Prefektur Nagano, Jepang, sebagai destinasi unik untuk menikmati musim dingin. Hakuba memiliki hujan salju lebat di musim dingin, menjadikannya surga bagi berbagai kegiatan olahraga seperti ski, memancing di es, dan berendam di onsen.
Para blogger menyarankan agar wisatawan yang menyukai pemandangan damai juga harus mengunjungi Hakuba untuk melihat danau yang jernih bagaikan cermin dan deretan pohon pinus yang tertutup salju.
Hakuba juga memiliki budaya yang menarik dengan banyaknya orang asing yang tinggal di sana. Lan Uyen berkomentar bahwa desa ini merupakan tempat yang langka dengan karakter Barat yang kuat karena banyak orang Eropa datang ke sini untuk menetap dan membangun keluarga.
"Ketika saya tiba di Hakuba, saya hampir tidak melihat turis Asia. Saya pikir saya berada di negara Eropa," ujarnya.
Para blogger menyarankan wisatawan untuk berhati-hati dalam memilih pakaian berwarna cerah agar serasi dengan pemandangan salju putih. Selain itu, sepatu bot salju khusus yang kedap air untuk mencegah masuk angin juga sebaiknya dibawa. Saat bepergian, wisatawan sebaiknya membawa dua pasang kaus kaki, dan sepasang sepatu cadangan untuk segera diganti jika terkena salju, yang dapat menyebabkan hipotermia.
Mongolia
Vinh Le menyarankan Mongolia karena negara ini membebaskan visa bagi pengunjung Vietnam dan memiliki penerbangan langsung, sehingga menghemat waktu dan uang. Datang ke Mongolia di musim dingin juga merupakan waktu bagi wisatawan untuk mendekati suku nomaden Tsaatan di Provinsi Khuvsgul, yang bermigrasi dari pedalaman hutan ke tepi hutan. Wisatawan dapat menginap di tenda-tenda tradisional Ortz (juga dikenal sebagai Teepes) dan tinggal bersama suku ini. Mengendarai kereta kuda di danau Khuvsgul yang membeku juga merupakan pengalaman yang patut dicoba.
Mongolia memiliki budaya unik di mana orang-orang menyimpan kayu berbulan-bulan sebelumnya untuk mempersiapkan diri menghadapi musim dingin yang keras, dengan suhu yang dapat turun hingga -44 derajat Celsius. Setiap keluarga memiliki tungku kayu bakar di tengah rumah untuk menghangatkan diri dan bergantian menjaga api agar tidak kedinginan. Para blogger berkomentar bahwa lanskap musim dingin di Mongolia bagaikan negeri dongeng dengan hamparan salju putih, danau es sebening kristal, dan pegunungan bersalju yang megah.
Menurutnya, yang membedakan Mongolia dari destinasi lain adalah cuacanya yang keras, membuat banyak wisatawan penasaran dan bertanya-tanya, "Bagaimana mereka bisa hidup di cuaca sedingin itu?". Meskipun banyak orang lebih menyukai destinasi dengan fasilitas modern dan hangat, Mongolia menawarkan pengalaman yang sederhana, minim, dan menantang. Pengunjung akan merasakan dengan jelas ketangguhan dan ketangguhan penduduknya.
Jika Anda ingin menikmati perjalanan Anda di Mongolia sepenuhnya, Vinh menyarankan untuk mempersiapkan pakaian termal yang baik dan mengenakan banyak lapisan pakaian agar tubuh tetap hangat. Sepasang sepatu bot salju tinggi sangat penting karena pengunjung akan sering berjalan di atas salju. Selain itu, Anda juga sebaiknya membawa makanan khas Vietnam seperti mi instan atau makanan kaleng dan menyiapkan uang tunai karena tempat wisata seringkali jauh dari pusat kota, dan sulit menemukan ATM.
Mesir
Mesir terkenal dengan iklimnya yang panas sepanjang tahun, berkisar antara 28-34 derajat Celcius. Namun, blogger Saru menyarankan bahwa tempat ini cocok untuk wisata antara Desember dan Januari ketika suhu jauh lebih dingin, berkisar antara 10-20 derajat Celcius. Jika beruntung, pengunjung juga dapat melihat salju turun di gurun.
Selama periode ini, pengunjung Mesir dapat berpartisipasi dalam aktivitas luar ruangan seperti mengunjungi piramida, makam, kuil kuno, atau berlayar di Sungai Nil. Khususnya, pengunjung juga dapat menunggang unta untuk menjelajahi area di sekitar piramida Giza. Dengan iklim yang nyaman dan minimnya wisatawan selama musim ini, Mesir merupakan pilihan menarik bagi wisatawan Vietnam untuk mengubah perspektif mereka tentang Afrika—tidak hanya tempat yang panas tetapi juga memiliki musim dingin yang sejuk dan ideal.
Hallstatt, Austria
Vinh Le berkomentar bahwa Desa Hallstatt di musim dingin merupakan destinasi yang indah karena pemandangan rumah-rumah kuno yang terhampar di tepi danau. Setibanya di Hallstatt, pengunjung dapat menikmati perjalanan singkat dengan perahu dari stasiun kereta api melintasi desa, mengagumi panorama desa kuno dari kejauhan. Berjalan-jalan di sekitar desa dan menjelajahi sudut-sudut indah seperti gereja Evangelis yang ikonis juga merupakan pengalaman yang tak boleh dilewatkan.
Di sore yang dingin, Vinh menyarankan untuk menikmati ikan sungai bakar di pasar sentral, tempat ikan-ikan tersebut diambil dan dijual di hari yang sama, memastikan kesegarannya. Hal menarik lainnya adalah menjelajahi ruang bawah tanah Rumah Jenazah Hallstatt dengan ribuan tengkorak manusia yang terletak di sebelah gereja.
Yang membedakan Hallstatt dari tempat lain adalah suasana desa kuno yang damai dan tenang. Hallstatt tidak memiliki gedung pencakar langit atau bangunan modern. Para blogger menyarankan pengunjung untuk memeriksa prakiraan cuaca untuk memilih hari bersalju karena Hallstatt menawarkan "pemandangan yang indah" selama musim salju.
Sumber
Komentar (0)