(Dan Tri) - Pameran "Hello Vietnam" tidak hanya menjadi kesempatan bagi seniman Vietnam untuk mengekspresikan perspektif artistik mereka tetapi juga perjalanan untuk menemukan akar mereka melalui setiap sapuan kuas.
Pameran "Hello Vietnam" mempertemukan empat seniman Vietnam-Amerika: Anh Bach (Bach Hoang Anh), Mina Ho Ferrante (Ho Mong Nha Uyen), Tim Nguyen (Nguyen Ky Quy) dan Ly Tran (Tran Phuong Ly).
Acara ini berlangsung di Museum Seni Rupa Kota Ho Chi Minh dari tanggal 3 hingga 21 Februari, menawarkan beragam perspektif tentang seni oleh para penulis yang tinggal dan bekerja di Amerika Serikat.
Seniman Anh Bach, Mina Ho Ferrante, Tim Nguyen dan Ly Tran (Dari kiri ke kanan) (Foto: Disediakan oleh karakter).
Meskipun tinggal di negara bagian yang berbeda, para seniman menemukan kesamaan melalui akar budaya Vietnam mereka. Kesamaan inilah yang membantu mereka terhubung dan bersatu untuk menciptakan pameran "Hello Vietnam".
Menurut seniman Mina Ho Ferrante, ide pameran ini berawal dari keinginan Tim Nguyen—yang pernah mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke Vietnam suatu hari nanti, melukis, dan memperkenalkan karya-karyanya. Percakapan inilah yang menjadi dasar perjalanan artistiknya.
Pelukis Ly Tran berbagi: "Dari orang asing, yang tinggal di zona waktu berbeda, kami menemukan satu sama lain melalui seni dan kembali ke tanah air untuk berpameran."
Lukisan karya seniman Ly Tran (Foto: Karakter disediakan).
Kembali ke Vietnam untuk memamerkan karyanya untuk pertama kalinya setelah lebih dari 20 tahun tinggal di Hawaii, Tim Nguyen membawa serangkaian lukisan yang menggambarkan kehidupan sehari-hari di pulau ini.
Saya merasa beruntung bisa tinggal dan melakukan apa yang saya sukai di tengah laut biru dan pasir putih. Saya ingin menggambarkan kehidupan di sini dengan cara yang realistis, lembut, namun tetap artistik.
Pameran ini bukan hanya kesempatan untuk memperkenalkan karya-karya, tetapi juga kesempatan bagi kita untuk bertemu dan bertukar pengalaman. Bagi saya, menggambar bukan hanya sekadar hasrat, tetapi juga sebuah profesi," ungkap Tim Nguyen.
Sementara itu, Ly Tran mengusung gaya realisme konseptual. Karya-karyanya mengekspresikan pikiran, emosi, dan aspirasi melalui pola-pola metaforis, terkadang menciptakan kesan absurd, jauh dari kenyataan.
Lukisan karya seniman Inggris Bach (Foto: Karakter disediakan).
Tuan Bach memilih tema wanita, menggambarkan mereka dalam saat-saat damai dan memuaskan, seperti membaca, merias wajah, atau menikmati sinar matahari.
"Dalam kehidupan nyata, perempuan memiliki terlalu banyak kekhawatiran dan kesulitan. Oleh karena itu, dalam lukisan saya, saya ingin mereka tampak santai dan bahagia," ujar sang seniman.
Karya Bach menggunakan warna-warna lembut dan bentuk-bentuk simbolis, mengekspresikan keindahan wanita yang damai.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/giai-tri/4-hoa-si-my-goc-viet-ve-nuoc-thuc-hien-trien-lam-chao-viet-nam-20250212165553290.htm
Komentar (0)