Pengunjung asing mengunjungi stan bisnis kayu - Foto: HAWA
Kamar Dagang Amerika di Vietnam di Kota Ho Chi Minh (AmCham) baru saja mengumumkan hasil survei pembaruan pasar pertengahan tahun 2025 tentang situasi bisnis perusahaan anggota yang beroperasi di Vietnam.
Jumlah karyawan baru masih lebih banyak daripada jumlah pemutusan hubungan kerja
Survei ini mengumpulkan tanggapan dari berbagai sektor, termasuk manufaktur, logistik, real estat, energi, pariwisata , dan makanan dan minuman. Asosiasi ini memiliki lebih dari 550 bisnis dan 2.500 anggota individu.
Terkait kinerja bisnis pada paruh pertama tahun ini, hasilnya menunjukkan diferensiasi yang jelas antara industri, dengan hampir seperlima bisnis melaporkan hasil yang melampaui ekspektasi (18%), terutama berasal dari bisnis logistik, manufaktur, dan F&B skala besar.
Dari segi pendapatan, lebih dari separuh (52%) pelaku usaha menyatakan pendapatan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor manufaktur sendiri mencatat tingkat diferensiasi yang jelas, dengan beberapa di antaranya diuntungkan oleh peningkatan ekspor, sementara yang lain menghadapi kesulitan akibat kekhawatiran tarif dan fluktuasi rantai pasok.
Dalam hal tren kepegawaian, situasinya secara umum stabil. Sebanyak 61% bisnis telah mempertahankan atau menambah staf mereka, dengan 45% di antaranya telah merekrut lebih banyak, sementara 16% mempertahankan jumlah staf yang sama. Pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih jarang terjadi, dengan hanya 9% bisnis yang melaporkan penurunan jumlah staf.
Menurut AmCham Vietnam di Kota Ho Chi Minh, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan secara proaktif mempersiapkan pertumbuhan jangka panjang, meskipun kinerja pendapatan jangka pendek masih belum merata.
Secara keseluruhan, sekitar 37% perusahaan menilai lingkungan bisnis di Vietnam "relatif positif". Para pelaku bisnis mencatat kemajuan dalam reformasi administratif, seperti pengurangan beban administrasi dan inisiatif pemerintahan digital.
Namun, kendala tetap ada seperti penerapan kebijakan yang tidak konsisten, peraturan yang ambigu, dan koordinasi yang terbatas antara provinsi dan kota.
Komunitas bisnis secara umum dan anggota AmCham secara khusus telah menyatakan kekhawatiran utama mengenai tarif dari Pemerintah AS.
Pertahankan pandangan positif
Meskipun menghadapi tantangan, mayoritas pelaku usaha menyatakan keyakinannya terhadap prospek bisnis di Vietnam. Hampir 39% menilai prospek paruh kedua tahun ini "cukup optimis", sementara 32% memilih opsi "netral". Sementara itu, sekitar 37% pelaku usaha menyatakan bahwa lingkungan bisnis di Vietnam "relatif positif".
Meskipun menghadapi banyak tantangan, sebagian besar bisnis masih yakin akan potensi pertumbuhan dan mengapresiasi peran Vietnam yang semakin penting dalam rantai pasokan global. Selain itu, perkembangan pesat ekonomi digital, meningkatnya permintaan konsumsi domestik, dan aliran modal ke infrastruktur dianggap sebagai pendorong positif bagi pertumbuhan domestik.
Produsen menyatakan optimisme tentang pesanan baru yang berpindah ke Vietnam dari pasar Asia lainnya, meskipun beberapa mengatakan hal ini bergantung pada kondisi dalam negeri dan stabilitas kebijakan global.
Secara keseluruhan, bisnis masih aktif berinvestasi, merekrut, dan berinovasi, tetapi tetap berhati-hati dalam menghadapi banyak tantangan yang tersisa. Salah satu bisnis mengatakan: "Peluang masih ada, selama tantangan tidak menjadi hambatan."
Banyak bisnis menyatakan bahwa kebijakan perdagangan AS telah memberikan "dampak tertentu" atau "dampak signifikan" terhadap operasional mereka. Produsen dan eksportir memperingatkan bahwa investasi atau ekspansi di masa mendatang mungkin bergantung pada prediktabilitas hubungan perdagangan.
Sumber: https://tuoitre.vn/52-doanh-nghiep-my-bao-cao-doanh-thu-tang-lac-quan-ve-cac-don-hang-moi-20250625222915884.htm
Komentar (0)