Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Mesir bersiap membuka museum besar yang memamerkan lebih dari 100.000 artefak kuno

Museum Besar Mesir akan menjadi salah satu tujuan budaya terpenting di dunia - memamerkan lebih dari 100.000 artefak dari peradaban Mesir kuno, termasuk koleksi Raja Tutankhamun.

VietnamPlusVietnamPlus07/08/2025

Mesir diperkirakan akan meresmikan Museum Besar Mesir (GEM) pada awal November 2025 sebagai bagian dari upaya untuk menarik lebih banyak wisatawan internasional ke negara Afrika Utara itu, setelah peresmiannya ditunda bulan lalu karena ketegangan geopolitik regional.

Menurut seorang koresponden VNA di Kairo, selama rapat kabinet pada tanggal 6 Agustus, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly mengarahkan semua kementerian dan lembaga terkait untuk menyelesaikan semua persiapan untuk memastikan peresmian GEM berlangsung pada tanggal 1 November, seperti yang diarahkan oleh Presiden Abdel-Fattah El-Sisi.

Upacara pelantikan GEM dijadwalkan pada tanggal 3 Juli, tetapi pemerintah Mesir memutuskan untuk menunda acara tersebut pada tanggal 21 Juni, di tengah meningkatnya ketegangan regional saat itu, terutama konflik 12 hari antara Israel dan Iran.

Bapak Madbouly menekankan bahwa peresmian GEM akan menjadi acara internasional yang istimewa, bersama dengan serangkaian acara nasional penting yang terkait dengan sejarah Mesir modern.

Pembangunan dimulai pada tahun 2002 di lahan seluas hampir 500.000 meter persegi, dengan total biaya lebih dari 1 miliar USD, GEM adalah salah satu proyek budaya Mesir yang paling besar di abad ke-21.

Terletak di dekat Piramida Giza yang terkenal di Dataran Tinggi Giza, GEM bukan hanya museum terbesar di dunia yang didedikasikan untuk satu peradaban - Mesir kuno - tetapi juga simbol upaya Mesir untuk memodernisasi pariwisata dan melestarikan warisannya.

Terletak di provinsi Giza, sekitar 20 km di sebelah barat Kairo pusat, GEM menciptakan hubungan visual yang mencolok antara warisan kuno dan arsitektur modern.

Area pameran museum mencakup area seluas kurang lebih 24.000 meter persegi. GEM terdiri dari 12 galeri utama yang menceritakan kisah masyarakat Mesir kuno dengan tiga tema utama: Kerajaan, Masyarakat, dan Agama.

Artefak di museum ditata berdasarkan metode tampilan paling modern, menghadirkan pengalaman yang sangat interaktif bagi pengunjung.

Hingga saat ini, lebih dari 57.000 artefak telah dipindahkan ke museum, 14.000 di antaranya dipamerkan di ruang pameran utama.

GEM akan menampung seluruh koleksi Raja Tutankhamun, yang mencakup 5.390 artefak.

Raja Tutankhamun adalah salah satu raja paling terkenal di Mesir kuno. Ia memerintah dari usia 9 tahun hingga wafatnya sekitar usia 19 tahun. Meskipun singkat, masa pemerintahannya merupakan salah satu periode paling makmur di Mesir kuno.

GEM bukan hanya tempat untuk melestarikan warisan dan peradaban Mesir, tetapi juga berfungsi sebagai pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan pendidikan. Dengan fasilitas teknologi modern, museum ini akan menghadirkan pengalaman terpadu yang unik bagi pengunjung.

Setelah resmi dibuka, GEM akan menjadi salah satu destinasi budaya terpenting di dunia. GEM akan memamerkan lebih dari 100.000 artefak dari peradaban Mesir kuno, termasuk koleksi lengkap Tutankhamun.

Tidak hanya merupakan museum arkeologi terbesar di dunia, tetapi juga merupakan salah satu daya tarik industri pariwisata Mesir.

Salah satu keunggulan GEM adalah teknologi tampilan canggihnya, yang menggabungkan pencitraan 3D, realitas virtual, dan pencahayaan modern. Pengalaman multi-sensori ini memungkinkan pengunjung untuk "melakukan perjalanan kembali ke masa lalu", mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah, kepercayaan, kehidupan, dan pandangan dunia orang Mesir kuno.

Pembangunan GEM merupakan bagian dari strategi pemerintah Mesir untuk mendorong pariwisata, pilar penting perekonomian negara. GEM bukan sekadar destinasi wisata, melainkan simbol aspirasi untuk menghubungkan masa lalu yang gemilang dengan masa depan yang berkelanjutan.

Tidak hanya melestarikan kekayaan budaya salah satu peradaban terbesar dalam sejarah manusia, GEM berjanji menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan bagi semua wisatawan yang ingin menjelajahi kedalaman sejarah dan keindahan abadi Mesir.

(Vietnam+)

Sumber: https://www.vietnamplus.vn/ai-cap-chuan-bi-mo-cua-dai-bao-tang-trung-bay-hon-100000-hien-vat-co-dai-post1054280.vnp


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk