Dalam kesenjangan tersebut, sikap proaktif, pemikiran kreatif, pemikiran kritis, dan kemampuan menyaring informasi merupakan faktor-faktor penting untuk menghindari kekalahan dari AI.

Ketika teknologi mengubah perjalanan pencarian kerja

Episode 1 dari serial Voices of Galaxy – serial film inspiratif Samsung "Rising with Vietnam" – meninggalkan kesan mendalam dengan kisah Vy, seorang lulusan baru yang berjuang dalam pencarian kerja, dari merasa tersesat hingga berani mencoba pendekatan baru berkat dukungan Galaxy AI dan Gemini Live. Hanya dengan menganalisis CV-nya, menyarankan kekuatan, menunjukkan kelemahan, dan mendorongnya untuk membuat video perkenalan diri, alat AI tersebut membantu Vy mengubah citranya yang biasa-biasa saja menjadi kepribadian, dan kecemasannya menjadi kepercayaan diri. Namun, kisah ini mencerminkan realitas yang lebih luas: pasar kerja lebih kompetitif dari sebelumnya, dan AI menjadi katalis yang membuka pintu sekaligus memberikan tekanan tambahan pada generasi muda yang memasuki dunia kerja.

1 (1)Galaxy .jpg
Episode pertama dari serial Voices of Galaxy akan tayang di saluran YouTube Samsung Vietnam pada tanggal 22 September 2025.

Pasar kerja: Banyak peluang tetapi juga banyak tantangan.

Melihat angka-angka tersebut, jelas bahwa lanskap persaingan tidak mudah untuk dinavigasi. Menurut Departemen Tenaga Kerja, Veteran Perang dan Urusan Sosial Kota Ho Chi Minh, pada periode 2021 - 2025, kota ini membutuhkan sekitar 310.000 - 330.000 pekerjaan [1] setiap tahunnya, di mana 135.000 hingga 140.000 merupakan posisi baru. Pada kuartal pertama tahun 2024 saja, survei terhadap 14.300 bisnis menunjukkan bahwa permintaan akan tenaga kerja dengan gelar universitas atau lebih tinggi mencapai 21,3%. Angka ini menunjukkan peluang besar sekaligus tekanan ketika puluhan ribu mahasiswa lulus setiap tahun dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang jumlahnya tidak banyak.

Di bidang teknologi seperti desain UI/UX atau Desain Produk, gaji berkisar antara 5 juta hingga 60 juta VND/bulan tergantung pengalaman, menurut laporan Telos[2], namun hal ini disertai dengan persyaratan keterampilan yang semakin tinggi, mulai dari pemikiran produk hingga kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi baru. Pasar kerja tidak kekurangan peluang, tetapi pintu selalu terbuka hanya bagi mereka yang cukup luar biasa.