Pada sore hari tanggal 26 Juni, pada upacara pengumuman keputusan pengangkatan anggota Dewan Medis Nasional untuk masa jabatan 2025-2030, Menteri Kesehatan Dao Hong Lan menilai pembentukan Dewan Medis Nasional sangat diperlukan.
Menurut kepala sektor kesehatan , dalam tren globalisasi dan integrasi internasional, standarisasi kapasitas dokter dan gelar medis merupakan persyaratan mendesak untuk mengakui gelar dan sertifikat antar negara; menciptakan kondisi bagi dokter dan staf medis Vietnam untuk berpraktik di luar negeri dan sebaliknya.

Menteri Kesehatan Dao Hong Lan (Foto: An Nhien).
"Saat ini, Vietnam belum memiliki ujian nasional untuk memberikan sertifikat praktik kedokteran seperti di banyak negara maju. Pembentukan Dewan Kedokteran Nasional bertujuan untuk menyelenggarakan ujian guna menilai kapasitas praktik kedokteran sesuai standar internasional, sehingga tercipta sistem inspeksi yang independen dan objektif," ujar Menteri Kesehatan.
Menurut Ibu Lan, adanya lembaga penilaian independen akan memaksa lembaga pelatihan medis untuk meningkatkan kualitas dan hasil pengajaran, sehingga terhindar dari situasi "pelatihan massal".
"Hanya mereka yang memiliki kualifikasi dan etika profesional yang akan diberikan izin praktik. Dewan Medis Nasional akan berkontribusi untuk lebih ketat mengawasi kepatuhan terhadap standar etika, keahlian, serta prosedur pemeriksaan dan perawatan medis," ujar Ibu Lan.

Menteri Kesehatan Dao Hong Lan mengucapkan selamat kepada anggota Dewan Medis Nasional (Foto: An Nhien).
Pada sore hari tanggal 26 Juni, 33 rekan diangkat menjadi anggota Dewan Medis Nasional. Mereka semua adalah pakar terkemuka di berbagai bidang, mulai dari kardiovaskular, onkologi, pernapasan, endokrinologi... yang memiliki pengalaman luas dalam manajemen dan kegiatan profesional, serta memiliki prestise tinggi di sektor medis dan di unit kerja mereka.
"Dewan Medis Nasional akan memberikan nasihat kepada Pemerintah dan Kementerian Kesehatan untuk melakukan standarisasi, profesionalisasi, dan modernisasi sektor kesehatan Vietnam, mulai dari pelatihan hingga praktik, yang menjamin hak-hak masyarakat dan mengintegrasikannya dengan standar internasional," ujar Menteri Kesehatan.
Menteri Kesehatan menugaskan Dewan Medis Nasional untuk segera mengembangkan seperangkat alat untuk menilai kapasitas praktik pemeriksaan dan perawatan medis serta proses untuk menilai kapasitas praktik pemeriksaan dan perawatan medis berdasarkan ilmu pengetahuan, menerapkan teknologi tinggi, memastikan objektivitas, transparansi, dan kesesuaian dengan praktik Vietnam dan perkembangan internasional.
Perlu memperkuat koordinasi dengan lembaga pendidikan kedokteran, tempat pemeriksaan dan pengobatan kedokteran, serta perkumpulan profesi kedokteran, untuk bergerak maju ke arah sasaran peningkatan mutu pendidikan, agar mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia setelah lulus nanti mampu memenuhi standar kompetensi dan mampu menjalankan praktik secara mandiri dan aman.
Selain itu, Dewan juga mempunyai tugas meningkatkan penelitian ilmiah, mempelajari pengalaman internasional, menerapkan teknologi informasi, transformasi digital, dan kecerdasan buatan secara kuat; memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia medis, memberikan kontribusi penting bagi pemeliharaan dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan Undang-Undang tentang Pemeriksaan dan Pengobatan Medis, Dewan Kedokteran Nasional akan melaksanakan tugas memeriksa dan mengevaluasi kapasitas untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan medis sesuai peta jalan mulai tanggal 1 Januari 2027 untuk dokter; mulai tanggal 1 Januari 2028 untuk dokter umum, perawat, bidan; mulai tanggal 1 Januari 2029 untuk teknisi medis, ahli gizi klinis, petugas gawat darurat rawat jalan, dan psikolog klinis...
Sumber: https://dantri.com.vn/suc-khoe/bac-si-se-phai-thi-danh-gia-nang-luc-co-the-hanh-nghe-o-nuoc-ngoai-20250626180020379.htm
Komentar (0)