Pada konferensi singkat Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam yang diselenggarakan pada 19 Desember, Direktur Jenderal Bamboo Airways, Luong Hoai Nam, mengatakan bahwa hingga saat ini, maskapai tersebut hanya memiliki 10 pesawat, termasuk 7 pesawat Airbus dan 3 pesawat Embraer. Maskapai ini juga saat ini hanya mengoperasikan 16 rute domestik, dibandingkan dengan periode puncaknya yang memiliki lebih dari 60 rute domestik.
Oleh karena itu, Bamboo Airways juga memiliki banyak kelebihan tenaga kerja, khususnya ratusan pilot kelebihan dan sekitar 500 pramugari kelebihan.
Terkait surplus tenaga kerja, pimpinan Bamboo Airways mengatakan bahwa Vietjet telah membantu maskapai tersebut dengan 50 pramugari dan 20 pilot, sementara Vietnam Airlines masih melakukan riset. Bamboo Airways terus meminta maskapai untuk secara aktif membantu maskapai mengatasi surplus tenaga kerja tersebut.
Berbicara kepada Lao Dong di sela-sela konferensi untuk melaporkan akhir tahun 2023 dan menerapkan rencana 2024 dari Kementerian Perhubungan yang diadakan pada tanggal 28 Desember, Bapak Le Hong Ha, Direktur Jenderal Vietnam Airlines (VNA) mengatakan bahwa, sebagai tanggapan atas informasi bahwa Bamboo memiliki ratusan pilot dan pramugari yang berlebih setelah restrukturisasi, Vietnam Airlines telah berencana untuk menggunakan personel tersebut sesuai dengan kebutuhan.
Menurut Tn. Ha, meskipun maskapai penerbangan Vietnam bersaing satu sama lain dalam lingkungan bisnis, mereka tetap perlu saling mendukung demi pengembangan industri bersama.
"Menghadapi kelebihan sumber daya maskapai lain, VNA harus menemukan cara untuk mengatasinya dan menggunakannya secara tepat sesuai kebutuhannya sendiri. Kami sedang melaksanakan rencana tersebut," ujar Bapak Ha.
Bapak Le Hong Ha juga mengatakan bahwa baru-baru ini, Bamboo Airways telah mencapai kesepakatan kerja sama dengan Pacific Airlines, maskapai penerbangan milik Vietnam Airlines Group, dalam penyediaan layanan darat. Pacific Airlines akan menyediakan layanan mulai dari check-in, penanganan bagasi, bus penumpang di area parkir, hingga troli pesawat...
Semua bisnis harus beroperasi secara efektif, tetapi seberapa efektif itu cerita lain. Pacific Airlines juga merupakan maskapai yang sangat terdampak oleh pandemi COVID-19 dan harus merestrukturisasi armada dan operasionalnya secara signifikan.
Pacific Airlines memiliki departemen layanan darat di tiga bandara utama: Noi Bai, Tan Son Nhat, dan Da Nang . Ketika Pacific Airlines melakukan restrukturisasi, mereka juga harus menangani aktivitas layanan darat di bandara-bandara tersebut. Selain itu, Bamboo memiliki kebutuhan, dan ini merupakan syarat bagi Pacific Airlines untuk mendukung Bamboo dalam pekerjaan layanan darat sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi staf Pacific sendiri. Ini adalah proses saling mendukung dan membantu, dan sangat penting," tegas CEO Vietnam Airlines.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)