Pertandingan antara Bayern München dan Boca Juniors pada pagi hari tanggal 21 Juni berlangsung sangat menegangkan dan dramatis di Hard Rock Stadium, Miami, AS. Meskipun berstatus kandidat juara dan baru saja menang 10-0 atas Auckland City di laga pembuka, wakil Jerman itu tidak mampu dengan mudah mengalahkan Boca Juniors—tim paling tradisional di Amerika Selatan.
Pertandingan di Hard Rock Stadium berlangsung panas sejak awal.
Sejak awal pertandingan, Bayern München menerapkan gaya permainan menyerang dengan formasi 4-2-3-1 yang familiar. Pemain sayap seperti Kingsley Coman dan Serge Gnabry aktif mendukung striker Harry Kane.
Setelah banyak peluang yang terbuang, pada menit ke-18, Bayern München membuka skor berkat Harry Kane. Situasi bermula dari serangan balik cepat di sayap kanan, bola digiring Konrad Laimer ke tengah, dan tembakan Olise membentur bek Boca sebelum Kane dengan cepat menyelesaikannya, membuka skor bagi Bayern München.
Harry Kane membuka skor untuk Bayern Munich
Pemblokiran bahasa Inggris selalu membawa harapan bagi "The Gray Tigers"
Boca Juniors tidak kehilangan semangat karena gol awal. Dengan formasi 4-2-3-1 yang kaya kendali, pelatih Miguel Russo menginstruksikan anak-anak asuhnya untuk menekan tinggi di lini tengah. Pemain seperti Equi Fernández dan Merentiel menciptakan banyak situasi yang menyulitkan pertahanan Bayern.
Pada menit ke-67, Boca berhasil menyamakan kedudukan setelah kombinasi sempurna, Miguel Merentiel memanfaatkan kesalahan bek lawan untuk dengan tenang menyelesaikannya dan menaklukkan kiper Manuel Neuer.
Miguel Merentiel menyamakan kedudukan untuk Boca Juniors tetapi...
Pertandingan terasa mencekik di menit-menit akhir. Ketika Boca terus menekan untuk mencetak gol, Bayern justru memanfaatkan ruang tersebut. Pada menit ke-84, Michael Olise melakukan pergerakan apik di kotak penalti, menyelesaikan tendangannya melewati jangkauan kiper Romero ke sudut jauh, memastikan kemenangan 2-1 bagi wakil Eropa tersebut.
Michael Olise mencetak gol terakhir untuk membuat skor menjadi 2-1
Kemenangan ini membantu Bayern meraih 6 poin mutlak setelah dua pertandingan, dan secara resmi mengamankan tiket ke babak 16 besar. Namun, tim Bavaria tersebut memiliki alasan untuk khawatir ketika gelandang muda Jamal Musiala mengalami cedera otot dan harus meninggalkan lapangan setelah bermain selama lebih dari 20 menit. Pelatih Vincent Kompany harus mempertimbangkan skuadnya saat Bayern menghadapi Benfica di laga pamungkas Grup C.
Sementara itu, Boca Juniors, meski baru mengoleksi 1 poin dari dua pertandingan, masih punya peluang lolos jika menang melawan Auckland City di laga final 24 Juni, sembari menunggu hasil pertandingan Benfica - Bayern.
Bayern Munich Amankan Tiket Awal ke Babak Gugur, Usai Flamengo
Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 memasuki fase menegangkan, dengan Grup C dianggap sebagai grup neraka. Bayern München telah membuktikan kelas dan kedalamannya, tetapi tim-tim Amerika Selatan seperti Boca Juniors telah menunjukkan kegigihan dan gaya bermain yang mengesankan, layak menjadi lawan yang tangguh.
Sumber: https://nld.com.vn/bayern-munich-thang-kich-tinh-boca-juniors-di-tiep-vao-vong-knock-out-196250621104138285.htm
Komentar (0)