Gatal-gatal pada kulit, yang dapat terjadi pada wajah, merupakan tanda sengatan matahari, kulit yang terlalu kering, atau eksim atau psoriasis.
Kulit gatal tidak hanya tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan kulit, dan dapat disebabkan oleh berbagai alasan. Berikut adalah penyakit kulit yang menyebabkan gatal dan cara mengobatinya.
Kulit kering
Kulit kering menyebabkan kulit kasar, mengelupas, dan gatal, tetapi tidak menimbulkan ruam. Kondisi ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, dan kulit kering serta gatal di wajah lebih mungkin terjadi pada cuaca dingin dan kering.
Untuk mengatasinya, gunakan pembersih dan pelembap lembut yang mengandung ceramide. Ceramide membantu memperkuat dan memulihkan lapisan pelindung kulit, mencegah hilangnya cairan transepidermal.
Eksim
Eksim adalah penyakit kulit kronis yang tidak menular, berkaitan dengan faktor genetik, konstitusi, dan kontak dengan zat. Penyakit ini menyebabkan lesi pada kulit yang kering, merah, dan gatal. Ada banyak jenis eksim seperti eksim numular, eksim kontak, dan eksim atopik, yang dapat muncul secara berkala, persisten, atau berulang.
Oleskan pelembap secara teratur untuk menjaga kelembapan kulit. Pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan obat guna mengendalikan gejala.
Dermatitis seboroik
Dermatitis seboroik muncul di area kulit berminyak seperti zona-T (hidung, dahi), belakang telinga, alis, leher, dan dada. Beberapa gejalanya meliputi ruam merah muda, bersisik, berminyak, dan permukaan yang gatal. Menurut American Academy of Dermatology (AAD), siapa pun dapat terkena, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada orang di atas 50 tahun, terutama pria dan orang berkulit gelap.
Dokter akan meresepkan obat topikal untuk mengurangi tingkat kerusakan kulit. Jika peradangan parah dan meluas, pasien akan diresepkan obat oral tambahan. Pada kasus yang parah dan berkepanjangan di mana pengobatan tidak efektif, dokter dapat mengobatinya dengan terapi cahaya untuk membersihkan kerak dan memperbaiki kondisi kulit.
Dermatitis kontak
Jika kulit Anda gatal dan muncul ruam merah setelah menggunakan pembersih, sabun, losion, atau kosmetik baru, Anda mungkin menderita dermatitis kontak. Dermatitis kontak biasanya akan hilang dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah menghindari bahan iritan. Sementara itu, Anda dapat mengompres kulit dengan kompres dingin selama 10 hingga 15 menit untuk meredakan gatal atau menggunakan pelembap.
Kulit yang gatal menyebabkan kemerahan dan gatal saat digaruk. Foto: Freepik
Terbakar sinar matahari
Kulit terbakar matahari pada wajah terasa tidak nyaman dan gatal. Kondisi ini disebabkan oleh kemerahan, pembengkakan, rasa panas, dan nyeri, yang dapat memengaruhi serabut saraf permukaan, mengirimkan sinyal gatal ke otak. Kulit terbakar matahari yang parah juga tampak mengelupas atau melepuh.
Solusinya termasuk menjaga kulit tetap sejuk dan terhidrasi. Anda bisa mengompres wajah dengan kain lembap selama 10 menit, lalu mengoleskan losion atau gel yang mengandung lidah buaya atau kedelai.
Psoriasis
Menurut Yayasan Psoriasis Amerika, psoriasis paling umum terjadi di sekitar telinga, mulut, atau mata. Bercak-bercak ini cenderung kering dan gatal, serta sering kambuh sebagai respons terhadap pemicu seperti infeksi, cuaca dingin, atau cedera kulit.
Gejala ringan dapat diatasi dengan salep atau krim seperti kortikosteroid, vitamin D, atau retinol. Kasus yang parah sebaiknya dievaluasi oleh dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Penyebab lainnya
Terkadang gatal di wajah atau bagian tubuh lainnya disebabkan oleh penggunaan obat baru seperti aspirin, obat tekanan darah, pereda nyeri, atau terapi radiasi untuk kanker. Jika kulit terasa gatal akibat obat, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan metode pengobatan yang tepat.
Dalam beberapa kasus, gatal dapat disebabkan oleh anemia, diabetes, gangguan hati, ginjal, multiple sclerosis, dan herpes zoster. Gatal pada tahi lalat bisa menjadi tanda kanker kulit.
Huyen My (Menurut Livestrong )
Pembaca mengirimkan pertanyaan dermatologis di sini agar dokter menjawabnya |
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)