Stempel plat nomor pemenang berbentuk lingkaran, dicetak dengan tinta anti-luntur, dan dilengkapi teknologi keamanan dan anti-pemalsuan. Stempel ini memiliki latar belakang merah dan kuning, dengan huruf dan angka berwarna biru.
Dengan menerbitkan Surat Edaran No. 79/2024/TT-BCA (berlaku mulai 1 Januari 2025) yang mengatur penerbitan dan pencabutan STNK dan plat nomor kendaraan bermotor serta sepeda motor khusus, Kementerian Keamanan Publik telah mengusulkan sejumlah peraturan baru. Khususnya, seluruh proses dan isi lelang plat nomor akan dilegalkan.
Pelat nomor pemenang lelang akan diidentifikasi mulai 1 Januari 2025 (foto ilustrasi).
Oleh karena itu, peraturan baru ini memperbolehkan pelelangan pelat nomor untuk mobil pribadi, mobil dinas (latar belakang kuning, huruf dan angka hitam), dan sepeda motor. Harga awal untuk pelat nomor mobil adalah 40 juta VND, sementara harga awal untuk sepeda motor dan skuter adalah 5 juta VND.
Sebelum setiap lelang, pihak berwenang akan mengumumkan jumlah pendaftar untuk setiap pelat nomor. Khususnya, untuk pelat nomor berformat AAAAA (lima jenis) dan ABCDE, harga awal lelang kedua adalah 500 juta VND (untuk mobil) dan 50 juta VND (untuk sepeda motor).
Sesuai peraturan baru, mulai 1 Januari 2025, pelat nomor kendaraan pemenang lelang akan ditempeli stempel identifikasi unik. Stempel ini berbentuk lingkaran, berdiameter 30 mm, dicetak dengan tinta anti-luntur, dan dilengkapi teknologi keamanan dan anti-pemalsuan. Stempel ini memiliki latar belakang merah dan kuning, dengan huruf dan angka berwarna biru.
Selain itu, pemenang lelang pelat nomor wajib membayar lunas dalam waktu 30 hari sejak tanggal pengumuman hasil lelang. Nilai lelang belum termasuk biaya registrasi dan pelat nomor.
Setelah 30 hari, jika pemenang lelang tidak membayar atau tidak membayar cukup uang, plat nomor tersebut akan dilelang lagi atau dipindahkan ke sistem registrasi dan manajemen kendaraan.
Khususnya, pemenang lelang yang "mengabaikan uang jaminan" tidak akan mendapatkan pengembalian uang jaminan tersebut dan tidak akan diperbolehkan mengikuti lelang pelat nomor selama 12 bulan.
Sementara itu, pelanggan yang memenangkan lelang pelat nomor kendaraan bermotor harus menyelesaikan prosedur pemasangan pelat nomor kendaraan bermotor dalam waktu 12 bulan. Jika terjadi keadaan kahar, prosedur ini dapat diperpanjang hingga 6 bulan. Setelah periode ini, pelat nomor kendaraan bermotor akan dilelang kembali atau dialihkan ke sistem registrasi kendaraan bermotor, dan uang yang telah dibayarkan tidak akan dikembalikan.
Lelang plat nomor mobil pertama telah berlangsung pada 15 September 2023. Hingga saat ini, setelah lebih dari setahun pelaksanaan, pihak berwenang telah mengumpulkan hampir VND 4,500 miliar untuk anggaran negara melalui lelang plat nomor tersebut.
Mulai 1 Januari 2025, saat Undang-Undang Ketertiban dan Keselamatan Lalu Lintas mulai berlaku, pelelangan pelat nomor akan dilegalkan untuk mobil, sepeda motor, dan skuter.
[iklan_2]
Source: https://www.baogiaothong.vn/bien-so-xe-trung-dau-gia-se-duoc-dan-tem-nhan-dien-chu-va-so-mau-xanh-192241210144826661.htm
Komentar (0)