Sesuai dengan semangat Peraturan Pemerintah No. 60 yang baru saja dikeluarkan, mahasiswa program studi pedagogi akan diberikan dana tepat waktu untuk belajar dengan tenang, sehingga meningkatkan kualitas staf pengajar. Peraturan baru ini akan berlaku mulai tahun ajaran 2025-2026.
Banyak masalah dari kenyataan
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan (MOET) mengatakan bahwa setelah 3 tahun penerapan, Keputusan 116 memiliki banyak poin baru dibandingkan sebelumnya, yang berkontribusi dalam menarik banyak siswa berprestasi untuk mendaftar belajar dan berkontribusi di sektor pendidikan.
Dapat dilihat bahwa keuntungan yang diatur dalam Keppres 116 meliputi: Mahasiswa pedagogi dibiayai dengan biaya kuliah dan biaya hidup; provinsi dan kotamadya yang dikelola pusat diberi tanggung jawab/tugas dalam pemesanan atau penawaran untuk pelatihan mahasiswa pedagogi. Mahasiswa yang direkrut sesuai kuota yang ditetapkan tetapi tidak tunduk pada pemesanan, penugasan, atau penawaran tetap berhak atas kebijakan dukungan dalam kategori "pelatihan sesuai kebutuhan sosial"; selain itu, mahasiswa juga bertanggung jawab setelah lulus untuk bekerja selama jangka waktu tertentu di sektor pendidikan, jika tidak, mereka harus mengembalikan dana dukungan tersebut.
Melihat kembali 3 tahun pelaksanaan Keputusan Presiden Nomor 116, kenyataan menunjukkan bahwa jumlah calon guru dan orang tua yang berminat pada jurusan keguruan meningkat; persentase calon guru yang mendaftar masuk, nilai kelulusan, dan persentase calon guru yang mendaftar pada jurusan keguruan meningkat tajam dibandingkan dengan jurusan dan bidang pelatihan lainnya; mutu pendidikan keguruan meningkat dari hari ke hari.
Namun, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan juga menemukan bahwa pelaksanaan Keputusan Presiden 116 tersebut telah menemui beberapa permasalahan, seperti: Daerah yang telah berkomitmen untuk melakukan pemesanan namun tidak melakukannya, sehingga mengakibatkan keterlambatan pembayaran dana; peraturan tentang lelang jabatan guru tidak memiliki instruksi khusus; beberapa daerah mengalami kesulitan dan tidak memiliki cukup dana untuk mendukung calon guru; pelatihan calon guru dan penerimaan siswa setelah lulus ke sektor pendidikan tidak sinkron; tidak ada instruksi rinci tentang pemantauan dan pengembalian dana...
Solusi tepat waktu
Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, maka segera diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60/2025/ND-CP yang mengubah dan melengkapi beberapa pasal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 116/2020/ND-CP, tanggal 25 September 2020, tentang Kebijakan Dukungan Biaya Pendidikan dan Biaya Hidup bagi Mahasiswa Pendidikan.
Secara khusus, poin baru yang perlu diperhatikan adalah mengatasi situasi di mana mahasiswa pedagogi tidak menerima atau lambat menerima kebijakan dukungan. Secara khusus, Keputusan 60 menyesuaikan peraturan tentang metode dukungan keuangan untuk mahasiswa pedagogi, di mana Negara mendukung mahasiswa pedagogi dengan menetapkan perkiraan anggaran sesuai dengan desentralisasi anggaran; dalam kasus di mana daerah memiliki kebutuhan guru untuk diimplementasikan dalam bentuk penugasan atau pemesanan, tugas pelatihan guru akan ditugaskan ke lembaga pelatihan guru yang terafiliasi atau memesan pelatihan guru dengan lembaga pelatihan. Dengan peraturan ini, lembaga pelatihan mahasiswa pedagogi dan mahasiswa pedagogi akan diberikan pendanaan yang tepat waktu dan lebih memadai, berkontribusi dalam menciptakan kondisi bagi mahasiswa pedagogi untuk belajar dengan tenang dan meningkatkan kualitas staf pengajar.
Bersamaan dengan itu, terdapat klarifikasi tanggung jawab untuk memastikan pendanaan guna melaksanakan kebijakan dukungan bagi mahasiswa pedagogi. Keputusan No. 60 juga mengklarifikasi tanggung jawab pihak-pihak terkait seperti Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, Kementerian Keuangan, Komite Rakyat provinsi, lembaga pelatihan guru, peserta didik... dalam melaksanakan kebijakan tersebut; khususnya klarifikasi tanggung jawab untuk memastikan pendanaan guna melaksanakan kebijakan dukungan bagi mahasiswa pedagogi.
Yang terpenting, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang baru ini membantu menghilangkan hambatan dalam mekanisme pelaksanaan kebijakan dukungan bagi calon guru. Artinya, pemerintah daerah memiliki dua cara untuk menciptakan sumber guru: menugaskan tugas atau memesan guru, dan tidak lagi menggunakan sistem lelang.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, penghapusan metode lelang tersebut sesuai dengan kenyataan dan juga sesuai dengan ketentuan Pemerintah tentang penugasan, pemesanan, atau penawaran untuk penyediaan barang dan jasa publik dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara yang bersumber dari sumber belanja rutin.
[iklan_2]
Sumber: https://daidoanket.vn/bo-dau-thau-trong-dao-tao-giao-vien-10301155.html
Komentar (0)