SGGPO
Pada sore hari tanggal 27 Oktober, Kementerian Kesehatan memberi informasi kepada pers setelah menerima laporan bahwa banyak fasilitas medis di seluruh negeri saat ini kekurangan obat-obatan, sebagian karena keterlambatan hasil penawaran terpusat dan negosiasi harga.
Menanggapi informasi di atas, Bapak Le Thanh Dung, Direktur Pusat Lelang Obat Nasional, Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa Pusat Lelang Obat Nasional bertanggung jawab atas lelang terpusat nasional untuk obat generik golongan 1 dan 2 dari 32 bahan aktif dalam daftar obat yang dilelang. Mayoritas lelang terpusat nasional (88/106 obat) telah mendapatkan hasil sejak 3 Agustus 2022 dan akan berlaku efektif mulai 1 September 2022 hingga 31 Agustus 2024.
Dengan demikian, hasilnya telah diimplementasikan selama lebih dari 1 tahun dan waktu implementasinya hampir 1 tahun. Lebih lanjut, pusat hanya menyelenggarakan lelang untuk obat generik golongan 1 dan 2 yang terdiri dari 32 bahan aktif dari total 1.226 bahan aktif dalam daftar obat yang akan dilelang. Oleh karena itu, sebagian besar permintaan obat untuk pengobatan diimplementasikan oleh unit pengadaan terpusat setempat atau oleh fasilitas medis yang menyelenggarakan lelang itu sendiri," ungkap Bapak Le Thanh Dung.
![]() |
Banyak fasilitas kesehatan umum mengalami kekurangan obat-obatan tertentu. |
Untuk obat dengan harga negosiasi, 64 obat generik yang menang lelang telah diumumkan dalam 4 tahap. Perjanjian kerangka kerja tahap 1 berlaku mulai 15 November 2022 hingga 14 November 2024, sementara tahap 4 berlaku mulai 17 April 2023 hingga 16 April 2025. Namun, negosiasi harga merupakan bentuk penawaran dengan proses yang rumit, banyak kesulitan, dan tidak ada ketentuan mengenai waktu pengumuman hasil.
Sementara itu, jumlah obat dalam daftar yang menjadi subjek negosiasi harga sangat banyak, yakni sebanyak 701 obat. Oleh karena itu, Pusat menyusun rencana dan peta jalan yang disesuaikan dengan kondisi waktu Dewan Negosiasi Harga dan jumlah petugas yang melaksanakan negosiasi harga (meningkat dari 4 obat pada tahun 2021 menjadi 64 obat untuk 1 putaran negosiasi pada tahun 2022).
"Meskipun hasil lelang terpusat nasional dan negosiasi harga belum diumumkan, fasilitas medis diperbolehkan menyelenggarakan lelang untuk memastikan pasokan obat untuk kebutuhan perawatan sesuai peraturan Kementerian Kesehatan. Pusat selalu memiliki pemberitahuan tertulis tentang perkembangan pengadaan terpusat dan meminta fasilitas medis untuk secara proaktif membeli obat untuk pemeriksaan dan perawatan medis," tegas Bapak Le Thanh Dung.
Kementerian Kesehatan menganjurkan agar rumah sakit dan daerah lebih proaktif dalam pembelian dan penawaran obat. |
Mengenai rencana pelaksanaan selanjutnya dari Pusat Lelang Obat Nasional, Bapak Le Thanh Dung mengatakan bahwa untuk lelang terpusat nasional untuk 50 obat dalam daftar obat lelang terpusat, pusat sedang meninjau daftar tersebut untuk melanjutkan proses pemilihan kontraktor yang akan memasok obat ke fasilitas medis. Waktu yang diperkirakan untuk memasok obat ke fasilitas medis adalah dari 1 September 2024 hingga 31 Agustus 2026.
Terkait negosiasi harga obat generik, pusat sedang menyelesaikan rencana pemilihan kontraktor untuk 86 obat, yang diharapkan akan diserahkan kepada Kementerian Kesehatan untuk disetujui pada November 2023. Bersamaan dengan itu, pusat berencana untuk mensintesis kebutuhan fasilitas medis di seluruh negeri untuk 64 obat generik yang Perjanjian Kerangkanya akan berakhir pada akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)