
Perdana Menteri Hun Manet menegaskan bahwa perusahaan impor bahan bakar Kamboja memiliki kapasitas yang cukup untuk mendapatkan bahan bakar dan gas dari negara lain untuk memenuhi permintaan domestik, bahkan jika penangguhan berlangsung lama.
"Baik untuk satu bulan atau selamanya, Kamboja memiliki kemampuan untuk mengelola situasi ini secara efektif," ujar Hun Manet, seraya menekankan bahwa semua instansi terkait harus mematuhi perintah tersebut secara ketat, seraya menginstruksikan pelaku usaha impor untuk mempersiapkan transisi yang lancar dan stabil ke sumber pasokan alternatif.
Sebelumnya, pada 22 Juni, Perdana Menteri Hun Manet memerintahkan penutupan dua gerbang perbatasan ke Thailand sebagai tanggapan atas keputusan Thailand untuk menutup gerbang perbatasan di provinsi Buri Ram pada 21 Juni.
Menurut Bank Dunia (WB), Thailand adalah mitra dagang terbesar ketiga Kamboja pada tahun 2022, dengan omzet impor mencapai 3,8 miliar USD, di mana bahan bakar menyumbang 27%.
Sumber: https://baogialai.com.vn/campuchia-tuyen-bo-ngung-nhap-khau-tat-ca-cac-loai-nhien-lieu-va-khi-dot-tu-thai-lan-post329438.html
Komentar (0)