KEBIASAAN MEMBACA BERUBAH SECARA BERTAHAP
Saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat membuat banyak orang memiliki lebih sedikit waktu untuk membaca buku dan surat kabar cetak. Keterbatasan waktu, ditambah dengan munculnya berbagai bentuk hiburan audiovisual, telah mengubah kebiasaan membaca.
Globalisasi secara umum, dan internet secara khusus, telah menyebabkan pembaca mengubah kebiasaan mereka mengunjungi toko buku dan perpustakaan; sebagai gantinya, mereka dapat menggunakan akun daring untuk membeli versi eBook untuk dibaca di komputer atau ponsel pintar mereka.
Di Vietnam, menurut survei, orang-orang saat ini membaca buku dan surat kabar jauh lebih sedikit dibandingkan di negara-negara lain di kawasan ini; hanya 30% yang membaca buku dan surat kabar cetak secara teratur, 44% membaca sesekali, dan 26% tidak membaca buku atau surat kabar sama sekali.
| Mempromosikan keindahan budaya membaca di sekolah dan masyarakat. |
Dengan maraknya media massa dan fasilitas sosial seperti surat kabar daring, Facebook, dan YouTube, tampaknya "tidak ada kesempatan" lagi untuk mempertahankan kebiasaan membaca. Para pembaca tidak lagi tertarik membaca langsung dari buku.
Buku cetak tidak dapat bersaing dengan kemudahan buku elektronik. Di sisi lain, keengganan untuk membaca, termasuk karya sastra dan buku penelitian, lazim terjadi di banyak kelompok sosial dan rentang usia.
Membaca cepat, membaca singkat, dan membaca buku tipis juga termasuk kriteria yang diincar dan dipilih oleh pembaca muda untuk mengoptimalkan hidup mereka.
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, banyak situs web dan sejumlah TikToker serta YouTuber telah menciptakan bentuk membaca baru: buku radio. Hal ini membuat membaca lebih menarik melalui media pendengaran, mengurangi ketegangan mata akibat terlalu banyak menjelajah di ponsel dan komputer.
| Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Budaya Buku dan Membaca Nasional di Provinsi Tien Giang akan diselenggarakan di lokasi dan waktu yang sesuai untuk setiap kegiatan, dengan fokus utama dari tanggal 15 April hingga 2 Mei 2025, di bawah kepemimpinan berbagai unit, dengan beberapa pesan: "Budaya membaca - Menghubungkan masyarakat", "Bersama buku, kita memasuki era kemajuan nasional", "Membaca buku - memperkaya pengetahuan, menumbuhkan aspirasi, mendorong inovasi dan kreativitas". |
Secara tradisional, ketika orang berpikir tentang perpustakaan, mereka membayangkan ruangan yang dipenuhi buku dan dokumen kertas.
Pada kenyataannya, tren transformasi digital saat ini secara bertahap mengubah cara perpustakaan tradisional beroperasi, mengantarkan era baru di mana buku kertas tidak lagi memegang posisi dominan.
Metode tersebut adalah perpustakaan elektronik, yang juga dikenal sebagai perpustakaan digital. Seiring dengan perpustakaan elektronik, kebiasaan membaca juga mulai berubah, dengan semakin banyak orang mengakses budaya membaca di platform digital, terutama kaum muda.
Dalam membahas solusi untuk mengembangkan budaya membaca di era transformasi digital, banyak ahli menegaskan bahwa hal itu membutuhkan upaya dari semua tingkatan dan sektor dengan solusi mendasar dan terkoordinasi, tetapi yang terpenting, hal itu bergantung pada kesadaran setiap warga negara.
Untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan bagi setiap warga negara, diperlukan koordinasi yang erat antara instansi terkait, penerbit, dan perusahaan buku, yang harus berpartisipasi dalam mempromosikan kegiatan pengembangan budaya membaca di sekolah dan masyarakat.
MENYEBARKAN KEINDAHAN BUDAYA MEMBACA
Agar Hari Budaya Buku dan Membaca Vietnam dapat memberikan dampak yang kuat pada kehidupan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, diperlukan upaya bersama dan kerja sama dari semua tingkatan, sektor, organisasi, individu, seniman, intelektual, komunitas bisnis, serta partisipasi dan dukungan aktif dari masyarakat.
Untuk mendorong dan mengembangkan budaya membaca di masyarakat, Komite Rakyat Provinsi setiap tahunnya menerbitkan rencana untuk menyelenggarakan Hari Budaya Buku dan Membaca Vietnam. Pada tahun 2025, Komite Rakyat Provinsi menerbitkan rencana untuk menyelenggarakan Hari Budaya Buku dan Membaca Vietnam ke-4 di provinsi Tien Giang.
Sesuai rencana, kegiatannya meliputi: Mengorganisir Hari Budaya Buku dan Membaca Vietnam di sistem sekolah, di sistem perpustakaan umum, dan di antara anggota serikat pemuda, anggota tim, dan anak-anak di provinsi tersebut.
Ini termasuk menyelenggarakan kontes "Duta Budaya Membaca" dan kompetisi mendongeng tentang buku-buku berbahasa Inggris. Pada saat yang sama, provinsi akan meluncurkan kegiatan untuk mendorong partisipasi dari unit percetakan dan distribusi buku; departemen, lembaga, dan organisasi provinsi; dan akan memobilisasi donasi buku, kunjungan, dan sumbangan buku untuk anak-anak kurang mampu yang mengatasi kesulitan untuk berprestasi dalam studi mereka.
Menurut Vo Nam Phuoc, Direktur Perpustakaan Provinsi Tien Giang, membaca adalah salah satu cara tercepat dan paling efektif untuk mengakses pengetahuan. Membaca secara teratur membantu kita memperbaiki karakter, mengenali nilai-nilai positif tentang bagaimana berperilaku dalam hidup, dan memahami standar moral untuk menjadi orang baik, sehingga membentuk pikiran positif dan berupaya menuju nilai-nilai yang baik.
Membaca membantu menumbuhkan pengetahuan, menyerap budaya dunia , dan memperkaya diri. Membaca secara teratur juga merangsang otak, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan pemikiran analitis dan kreatif, serta membantu kita menjalani hidup dengan lebih positif.
PAGI
Sumber: https://baoapbac.vn/van-hoa-nghe-thuat/202504/can-duy-tri-va-phat-huy-van-hoa-doc-1040592/







Komentar (0)