
Tanda-tanda gangguan bahasa
Ibu Ha Thi My Phuong (Kelurahan Cam Le) bercerita bahwa putrinya yang berusia 5 tahun akan segera masuk kelas satu, tetapi masih cadel dan kosakatanya terbatas. Khawatir anaknya akan kesulitan belajar, ia ingin mendapatkan saran tentang waktu yang tepat untuk melakukan intervensi serta alamat yang tepercaya di kota yang dapat memberikan dukungan. Kasus Ibu Phuong bukanlah hal yang jarang terjadi.
Menurut Dr. Vo Van Chien, Departemen Rehabilitasi Anak - Rumah Sakit Rehabilitasi Kota, anak-anak dengan gangguan bahasa sering menunjukkan tanda-tanda bicara lambat dibandingkan dengan tonggak perkembangan normal, memiliki kosakata yang sedikit, sering salah mengucapkan, berbicara tidak jelas atau kesulitan mengungkapkan ide dalam kata-kata.
Beberapa anak hanya bisa mengucapkan satu kata, tidak bisa menyusun kalimat, atau tidak bisa memahami atau melaksanakan permintaan sederhana. Banyak anak cenderung menggunakan gestur alih-alih kata-kata. Semua tanda ini dapat diamati orang tua sejak dini di rumah agar dapat dideteksi sejak dini.
Otak anak kecil memiliki kapasitas adaptasi dan pemulihan yang sangat tinggi pada tahun-tahun pertama kehidupannya, terutama antara usia 18 dan 36 bulan. Jika periode ini terlewat, anak akan mudah mengalami kesulitan belajar, kehilangan kepercayaan diri, dan membatasi kemampuannya untuk berintegrasi di masyarakat.
Dr. Nguyen Van Dung, Direktur Rumah Sakit Rehabilitasi Kota, mengatakan bahwa rata-rata, rumah sakit menerima lebih dari 550 pasien per hari untuk pemeriksaan dan perawatan, termasuk lebih dari 250 anak penyandang disabilitas dan gangguan perkembangan yang datang untuk intervensi dan rehabilitasi.
Metode intervensi
Saat ini, penanganan gangguan bahasa dilakukan secara multidisiplin, dengan terapi wicara berperan penting dalam membantu anak-anak berlatih pengucapan, memperluas kosakata, dan meningkatkan kemampuan berekspresi. Anak-anak juga berpartisipasi dalam kegiatan yang merangsang komunikasi melalui permainan, musik , dan gambar, dikombinasikan dengan terapi perilaku, aktivitas terapeutik, dan pendidikan khusus untuk melatih keterampilan sosial, konsentrasi, dan integrasi.
Menurut Dr. Vo Van Chien, di rumah sakit tersebut, dokter juga menggabungkan pengobatan tradisional seperti elektroakupunktur dan akupresur untuk meningkatkan kesehatan dan mendukung perkembangan intelektual dan bahasa.
Setiap anak memiliki rencana intervensi yang dipersonalisasi, fleksibel tergantung pada tingkat dan penyebab gangguannya. Anak-anak belajar bahasa tidak hanya selama jam terapi, tetapi juga melalui makanan, permainan, dan cerita sehari-hari. Kesabaran, kasih sayang, dan persahabatan orang tua membantu anak-anak berkembang dengan cepat dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, orang tua perlu bekerja sama erat dengan spesialis dan menciptakan lingkungan komunikasi yang positif bagi anak-anak mereka.
Tonggak perkembangan yang perlu diperhatikan: usia 12 bulan dapat mengucapkan kata tunggal, usia 18 bulan dapat mengucapkan sekitar 10-20 kata, usia 2 tahun dapat mengucapkan kalimat dua kata, usia 3 tahun dapat mengucapkan kalimat panjang, dan memahami instruksi. Jika anak lebih lambat, jarang melakukan kontak mata, tidak meniru, atau tidak memahami ucapan, Anda harus membawanya ke fasilitas spesialis untuk intervensi dini.
“Deteksi dan intervensi sebelum usia 3 tahun memang ideal, tetapi bahkan sebelum usia 5 tahun masih banyak peluang untuk perbaikan,” saran dokter tersebut.
Intervensi yang tepat waktu tidak hanya membantu anak mengembangkan bahasa tetapi juga membuka peluang untuk integrasi, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menyediakan landasan yang kuat untuk masa depan.
Sumber: https://baodanang.vn/can-thiep-kip-thoi-cho-tre-roi-loan-ngon-ngu-3300416.html
Komentar (0)