
Bahkan akun email seorang reporter Dan Tri pun termasuk dalam kebocoran ini (Screenshot).
Laporan menunjukkan bahwa 1,3 miliar kata sandi telah bocor ke dark web. Insiden ini menempatkan jutaan akun online pada risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Troy Hunt, pendiri Have I Been Pwned (HIBP) – sebuah situs web populer yang membantu pengguna memeriksa adanya pelanggaran data – menggambarkan ini sebagai "kumpulan data terbesar yang pernah kami tangani."
Kebocoran ini bukan hanya tentang angka-angka biasa. Menurut HIBP, basis data yang baru ditemukan (yang disediakan oleh sebuah kelompok yang menyebut diri mereka Synthient ) berisi angka-angka yang mencengangkan.
1,3 miliar kata sandi unik, termasuk 625 juta yang belum pernah muncul dalam kebocoran data sebelumnya. Dan hampir 2 miliar alamat email.
Troy Hunt menyampaikan: "Jumlah data ini hampir tiga kali lebih besar daripada kebocoran terbesar yang pernah kami catat sebelumnya. Yang benar adalah, begitu penyerang mendapatkan data pengguna, mereka sering kali menyalin dan mendistribusikannya berulang kali melalui berbagai saluran dan platform yang tak terhitung jumlahnya."
Bahkan seorang reporter dari surat kabar Dan Tri pun menemukan data pribadinya sendiri di dalam basis data besar ini.
Menurut para ahli, peretas menggunakan teknik umum yang disebut Credential Stuffing.
Sederhananya, ketika peretas mendapatkan email dan kata sandi Anda dari situs web yang keamanannya lemah, mereka akan menggunakan informasi tersebut untuk mencoba masuk ke serangkaian akun Anda lainnya (Facebook, bank, Gmail, dll.).
Karena pengguna sering menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun, daftar ini diibaratkan sebagai "kunci utama" untuk membuka kastil digital korban.
Bagaimana Anda tahu jika Anda telah terpengaruh?
Saat ini, semua data ini telah diperbarui ke sistem Have I Been Pwned . Anda dapat memeriksanya segera dengan langkah-langkah berikut:
Kunjungi situs web haveibeenpwned.com
Masukkan alamat email Anda di kotak pencarian. Sistem akan segera melaporkan jika email atau kata sandi Anda ada dalam daftar akun yang diretas.
Anda juga dapat mendaftar untuk notifikasi email agar segera diberi tahu tentang pelanggaran baru apa pun yang terkait dengan akun Anda di masa mendatang.
Untuk melindungi diri Anda dari gelombang serangan siber ini, para ahli merekomendasikan:
Jangan pernah menggunakan kata sandi yang sama: Setiap akun membutuhkan kata sandi yang unik.
Gunakan pengelola kata sandi: Alat seperti 1Password, Bitwarden, atau pengelola kata sandi Google/Apple akan membantu Anda membuat dan menyimpan kata sandi yang kompleks.
Aktifkan otentikasi dua faktor (2FA): Ini adalah lapisan perlindungan kedua yang paling penting, mencegah peretas masuk meskipun mereka memiliki kata sandi Anda.
Gunakan Passkey: Jika memungkinkan, beralihlah ke teknologi login tanpa kata sandi (Passkey) untuk keamanan yang lebih baik.
Insiden ini terjadi hanya beberapa minggu setelah kebocoran data lain yang melibatkan 183 juta kata sandi ditemukan, yang menyoroti semakin kompleksnya kondisi keamanan siber.
Sumber: https://dantri.com.vn/cong-nghe/canh-bao-khan-13-ty-mat-khau-bi-lo-lot-cach-kiem-tra-20251119004145488.htm







Komentar (0)