Berbeda dengan banyak negara di dunia , Vietnam terkenal dengan ketersediaan jaringan WiFi gratis yang luas. Mulai dari kafe dan bandara hingga rumah sakit dan jalan pejalan kaki, pengguna ponsel di Vietnam dapat dengan mudah mengakses internet gratis.
Baru-baru ini, situs web Electronics Hub yang berbasis di India bahkan menempatkan Bandara Noi Bai Vietnam di peringkat ke-6 dalam daftar bandara dengan layanan WiFi terbaik di dunia, mengungguli Bandara Changi (Singapura) dan Bandara Seoul (Korea Selatan).
Alasan di balik popularitas WiFi gratis di Vietnam adalah keinginan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan menarik wisatawan. Hal ini juga berkontribusi pada reputasinya, menjadikan Vietnam dianggap sebagai "surga" bagi WiFi gratis.
Namun, di samping kemudahan yang ditawarkan, ada juga kekhawatiran tentang sisi negatif dari WiFi gratis. Hal ini terkait dengan kekhawatiran tentang keamanan data, karena jaringan WiFi gratis biasanya ditemukan di tempat umum.

Menurut Bapak Ngo Tuan Anh, CEO perusahaan keamanan siber SCS (SafeGate), mengakses internet di Vietnam cukup mudah dan nyaman. Namun, hal ini juga menyebabkan pola pikir yang ceroboh dan tidak siap di kalangan pengguna saat menggunakan jaringan WiFi gratis.
Selain kemudahan dan manfaat, pengguna mungkin menghadapi beberapa masalah seperti batasan kecepatan dan data, harus menonton iklan, dan risiko dilacak.
Dalam analisis yang lebih rinci, pakar Ngo Tuan Anh menyatakan bahwa, karena jumlah pengguna yang terus-menerus besar, jaringan WiFi gratis mungkin memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan dan kapasitas akses, atau mengalami kemacetan jaringan. Hal ini secara tidak langsung berdampak negatif pada pengalaman internet pengguna.
Beberapa hotspot WiFi gratis mengharuskan pengguna untuk masuk melalui media sosial atau memberikan informasi pribadi untuk mengaksesnya. Informasi ini kemudian digunakan untuk tujuan periklanan atau untuk melacak perilaku online pengguna.
Selain itu, pengguna WiFi gratis juga menghadapi masalah keamanan. Peretas dapat dengan mudah memalsukan titik akses atau menggunakan teknik untuk mencuri data pribadi, keuangan, atau data sensitif dari pengguna. Hal ini menimbulkan banyak risiko keamanan yang tidak terduga bagi pengguna.

Senada dengan pandangan tersebut, pakar keamanan Ngo Minh Hieu, pendiri proyek Anti-Fraud , menyatakan bahwa WiFi gratis membantu orang tetap terhubung ke internet, memfasilitasi komunikasi dan pertukaran informasi yang cepat dan efisien. Akses gratis juga menyediakan akses internet bagi banyak orang dalam kondisi sulit.
" Berkat ketersediaan akses internet kapan saja, di mana saja, tanpa perlu khawatir membeli kartu SIM data, Vietnam juga telah menjadi destinasi wisata yang menarik. Hal ini akan mendukung kegiatan bisnis, terutama di sektor pariwisata dan jasa ," kata Bapak Hieu.
Namun, menurut pendiri proyek Anti-Phishing , jaringan WiFi publik tidak seaman jaringan WiFi pribadi. Pelaku jahat dapat dengan mudah memalsukan titik akses WiFi, memancing pengguna ke situs web atau aplikasi berbahaya untuk mencuri informasi pribadi seperti kata sandi, informasi rekening bank, dan data pribadi lainnya.
Mengingat kekhawatiran tentang keamanan jaringan WiFi gratis, pakar Ngo Tuan Anh merekomendasikan agar pengguna membatasi penggunaan jaringan WiFi publik untuk mengakses situs web dan aplikasi yang berisi informasi sensitif seperti rekening bank, email pribadi, dan informasi kartu kredit.
Pengguna harus berhati-hati saat terhubung ke atau menggunakan internet. Lebih penting lagi, mereka harus selalu memperhatikan keamanan dan keselamatan jaringan, serta melindungi data pribadi mereka, terutama informasi sensitif.
Pengguna juga disarankan untuk selalu menggunakan otentikasi dua faktor untuk media sosial dan akun perbankan. Untuk koneksi penting, seperti tautan ke jaringan internal perusahaan, pengguna internet harus menggunakan saluran koneksi yang aman seperti jaringan pribadi virtual (VPN). Dengan cara ini, setiap pengguna internet di Vietnam dapat memastikan keamanan mereka saat hidup di "surga" WiFi gratis.
Sumber







Komentar (0)